Tag Archives: Time to Share

Berpikir positif #1. Berpikir positif ditengah situasi sulit

Filipi 4:8  8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Pascal berkata: Pikiran positif datang dari kepercayaan, pikiran negatif datang dari keragu-raguan. Berpikir positif merupakan suatu sikap yang melibatkan pikiran, kata-kata, atau gambaran yang konstruktif bagi perkembangan pikiran kita. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda.

Pikiran Positif Daud: Mazmur 94:19  Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. Pikiran Negatif menghadirkan ketakutan, kecemasan, kegelisahan dan kadang putus asa.

Pikiran Negatif Daud: 1 Samuel 27:1 Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.”

Apapun yang kita pikirkan dan kita harapkan pada saat mengalami situasi sulit, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan. Seseorang yang mengembangkan sikap berpikir positif dapat mengontrol hidup dengan baik.

Apakah itu Situasi Sulit?

Situasi sulit adalah suatu situasi yang membuat hidup seseorang merasa sulit. Misalnya : sakit berbahaya ; kecelakaan, PHK dari pekerjaan; ancaman, bencana dan lain-lain. Situasi sulit dapat menyerang secara emosi, fisik dan spiritual. Situasi sulit setiap orang berbeda-beda, hal ini karena setiap orang dalam memandang suatu masalah atau peristiwa dipengaruhi oleh proses pertumbuhan, pengalaman masa lalu, kehidupan keluarga dan lain-lain. Yakobus pernah mengalami situasi yang sulit. Yakobus 1:2-5   2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.  4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 

Mengapa perlu berpikir positif pada situasi sulit

Sering kali ketika seseorang tidak bisa berpikir positif maka yang muncul adalah pikiran negatif. Pengkotbah berkata: segala sesuatu di muka bumi ini ada masanya. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pengkotbah 3:1), termasuk “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari.” (ay 4) Pada saat kita dihadapkan pada waktu untuk menangis dan meratap, itu bukanlah saat Tuhan sedang bertindak kejam dan tertawa menyiksa kita. Disaat seperti itu kita bisa belajar banyak tentang kehidupan. Ada banyak manfaat yang akan sangat berguna bagi kita kelak yang akan sangat sia-sia apabila kita lewatkan hanya dengan keluh kesah, mengasihani diri berlebihan atau berputus asa. “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu.” (Yesaya 43:2-3a)

Hal-Hal Yang Menghalangi berpikir positif pada situasi sulit

  • Kepahitan
  •  Penghakiman – kepada Tuhan, orang lain dan diri sendiri

Firman Tuhan Tentang Berpikir positif dalam situasi sulit

  • Filipi 4:8  8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
  • Kolose 3:2  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Langkah-langkah Berpikir positif ditengah situasi sulit

  1. Memandang situasi sulit sebagai sebuah tantangan, dan yakinlah Tuhan menolong Immanuel: Allah beserta kita dengan besar hati  penuh keyakinan berdoa dan berusaha,  pasti ada jalan keluar. Jika kita melihat situasi sulit dalam hidup ini sebagai cobaan yang terlalu berat,  maka  akan terasa bahwa  kita paling sengsara sedunia. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Kor 10:13)
  2. Membuka hati dan pikiran  untuk merenungkan Firman Tuhan. “ Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” (Ams 14:27). “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” (Gal 6:6 )
  3. Belajar melihat hal positif dari situasi sulit tersebut dan melepaskan hal-hal yang negatif. “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Ef 4:31). Berpikir positif membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati.
  4. Mempersilahkan Tuhan bekerja untuk melewati situasi sulit tersebut dan bertanya kepada Tuhan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Kebahagiaan #2. Mengembangkan kebahagiaan dalam keluarga

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!”  (Mazmur 128:1-3)

Keluarga yang berbahagia adalah sebuah kebahagiaan yang semua anggota keluarganya menikmati sukacita, damai sejahtera, rasa aman, saling menyenangkan satu dengan yang lain.  Firman Tuhan menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga tidak ditentukan oleh nilai-nilai materi misalnya harta, jabatan, popularitas, gelar akademis. Banyak keluarga mengejar hal itu karena berpikir bahwa materi dapat membuat kebahagiaan keluarga. Materi memang menunjang tetapi tidak menentukan, bahkan seringkali jika kita tidak bisa menangani, materi malah akan merusak. Jadi yang terpenting dalam rumah tangga adalah kasih dan damai sejahtera (Ams.15:17; 17:1). Kebahagiaan keluarga dirasakan oleh semua anggota keluarga.

Ada beberapa point dari Mazmur 128:1-3, yaitu :

  •  Keluarga yang takut akan Tuhan, dimana setiap anggota keluarga melandaskannya dengan setiap firman Tuhan dalam kehidupannya.
  •  Keluarga yang menikmati setiap hasil kerjanya baik itu hasil pekerjaan, hasil sawah dan ladangnya maupun berkati-berkat yang diberikan Tuhan.
  • Keluarga yang menikmati kelimpahan. “Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu”
  • Keluaga yang memiliki anak-anak seperti tunas pohon zaitun. “anak-anakmu seperti tunas pohon zatun sekeliling mejamu!”. Pohon zaitun adalah pohon yang kuat dan kokoh dalam iman karena telah melihat teladan yang baik dari kedua orangtuanya dalam melakukan firman Tuhan.

Dampak positif dari Keluarga Berbahagia?

Kebahagiaan itu menular, ketika seorang ayah sedang bahagia ia akan memberikan kehangatan, keramahan dan kebahagiaan seisi rumahnya. Ketika seorang ibu sedih, ia sedang menularkan kedukaan seisi rumahnya. Untuk itu ada beberapa dampak yang positif yang didapatkan dalam keluarga bahagian.

  • Keluarga yang memandang positif diantara anggota keluarga, saling menguatkan ketika masing-masing memiliki kelemahan.
  • Kebahagiaan akan memancar dalam hubungan sosial dengan masyarakat sekitar
  • Dalam suatu keluarga akan dapat menjadi terang bagi orang-orang di sekeliling kita. Adakah kita, sebagai ayah atau ibu bagi anak-anak kita, memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak kita?
  • Kebahagiaan akan memperkecil pertengkaran
  • Kebahagiaan akan mengikis emosi negatif (kemarahan, ketakutan)
  • Kebahagiaan akan membuat anggota keluarga bersemangat untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Kebahagiaan menghasilkan banyak ide
  • Kebahagiaan mengusir jauh-jauh keluhan seseorang
  • Kebahagiaan adalah menular; Mazmur  25:13  Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Hal-Hal Yang Menghalangi Keluarga Untuk Berbahagia

Keluarga disfungsi adalah keluarga yang paling sering tidak dapat merasakan kebahagiaan. Dimana fungsi-fungsi itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sikap-sikap yang membuat kebahagiaan hilang adalah :

  • Kemarahan
  • Kecemasan/kegelisahan
  • Kekwatiran
  • Stress, depresi
  • Putus asa

Seringkali keluarga disfungsi akan menurunkan keluarga disfungsi.

Apa yang sering kali membuat disfungsi :

  • Komunikasi; banyak keluarga yang tidak dapat memfungsikan komunikasi secara benar, banyak unsur komunikasi mengandung kemarahan, manipulasi dan kendali.
  • Peran, ada anggota keluarga yang tidak dapat melakukan peran yang semestinya, ayah yang mencukupkan kebutuhan, ibu yang menjadi managerial rumah tangga.
  • Pengalaman dan luka-luka

Adanya kejadian/pengalaman traumatis yang melukai diantara anggota keluarga, misalnya suami-istri, anak-orangtua.

Firman Tuhan Tentang Keluarga Bahagia

  • Proverbs 3:17-18  Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.  18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
  • Proverbs 8:34-35  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.  35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
  • Proverbs 28:14  Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

Membangun Kebahagiaan dalam Keluarga

Kebahagiaan keluarga berarti terciptanya sebuah hubungan yang sehat dan harmonis, dimana terjalin sebuah kebersamaan, tanggungjawab dan saling membutuhkan dan menghormati antara anggota keluarga, sehingga suasana yang nyaman dan damai mewarnai kehidupan sehari-hari dari keluarga tersebut.

Perlu menyelesaikan apabila ada hal-hal yang menghambat untuk mencapai kebahagiaan itu.

  • Memperbaiki komunikasi yang telah rusak dimana cenderung saling menyakiti
  • Membuka kembali mesbah keluarga yang mungkin sudah lama tidak terjadi

 

Kebahagiaan #1. Kebahagiaan di awal tahun

Kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif yang menggairahkan dan memberi semangat yang dapat dirasakan setiap orang. Lukas 11:28  Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Kebahagian ini berarti :

  •  Tinggal tenang
  • Pasrah dan berserah
  • Melihat kedepan dengan rasa cukup, puas dan dalam perlindungan
  •  Dapat mempercayai Tuhan
  • Ada ketaatan yang mengalir

Kebahagiaan diperoleh dari bagaimana kita menyikapi hidup yang kita terima setiap waktu mulai bangun pagi hingga kembali beristirahat tidur untuk kemudian kembali menyongsong pagi. Selalu mensyukuri apa yang diberikan Tuhan hari ini, dan bukannya selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki.

Mengapa Perlu Berbahagia?

Yesaya  3:10  Katakanlah berbahagia orang benar! Sebab mereka akan memakan hasil pekerjaannya.

  • Kebahagian membuat orang bersemangat
  • Kebahagiaan menjadikan orang bersyukur
  • Kebahagiaan menghasilkan banyak ide
  • Kebahagiaan mengusir jauh-jauh keluhan seseorang
  • Kebahagiaan adalah pilihan
  • Kebahagiaan adalah menular; Mazmur  25:13  Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Hal-Hal Yang Menghalangi Orang Untuk Berbahagia

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan setiap orang. Dan sering kali bagi sebagian orang kebahagiaan itu sendiri adalah hal yang subjektif. Ada orang yang merasa bahagia ketika mereka punya uang banyak, punya jabatan tinggi, punya banyak teman, punya anak, punya istri, suami, dan sebagainya. Kebahagiaan juga tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi di sekitar kita. Misalnya ada orang yang sering kali berkata jika anda tetap tinggal di tempat anda akan menderita lalu orang mulai mencari kebahagiaan dengan pergi ketempat lain, merantau, menjadi TKI/TKW. Hal yang paling menghalangi seseorang untuk bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya. Penghalang itu adalah :

  • Sikap seseorang yang mendasarkan sumber kebahagiaan (kebendaan)
  • Sikap seseorang yang menjadikan orang lain bahagia
  • Sikap seseorang yang mendasarkan atas situasi yang membuat bahagia

Frans Minirth menunjukkan beberapa sikap hati yang menghalangi kebahagiaan adalah :

  • Kemarahan
  • Kecemasan/kegelisahan
  • Kekwatiran
  • Stress, depresi
  • Putus asa

Dari pengalaman pelayanan kami kebahagiaan ada dalam kebutuhan manusia dimana kebutuhan itu dipengaruhi oleh :

  •  Diturunkan oleh orang tua Ada orang tua yang dalam hidupnya jarang mengekpresikan kebahagiaan kepada anggota keluarga yang lain. Mereka selalu mengutamakan kebutuhan-kebutuhan fisik sehingga sibuk bekerja supaya kecukupan dalam hal fisik dan seringkali mengabaikan kebutuhan batin.
  •  Pengalaman dan luka-luka Munculnya luka-luka seperti yang disampaikan Frans Minirth menunjukkan adanya banyak kejadian/pengalaman yang melukai seseorang dan tidak terselesaikan dengan benar.

Firman Tuhan Tentang Bahagia

-          Proverbs 3:17-18  Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.  18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

-          Proverbs 8:34-35  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.  35Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.

-          Proverbs 28:14  Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

Membangun Kebahagiaan Diawal Tahun

James 1:25  Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Maka kita perlu belajar dari nasehat Tuhan di Matius 5:3-11 supaya kita menikmati kebahagiaan yang dari Tuhan dalam hidup kita. (Baca Matthew 5:3-11)

Langkah-Langkah Praktis Menikmati Kebahagiaan

  1. Akui dihadapan Tuhan perasaan yang menghalangi untuk menikmati kebahagiaan.
  2. Bertanya kepada Tuhan :
  • Kalau ada luka, apa yang menyebabkan?
  • Kalau ada orang yang perlu diampuni, ya ampunilah.
  • Kalau ada sikap yang salah atau berdosa, bertobat

3.  Memilih untuk berbahagia

  Kesimpulan: Berbahagialah diawal tahun ini karena ini tahun rahmat Tuhan yang akan terus menyertai langkah kehidupan kita dan memberkati kita, tersenyum di awal tahun dan dalam perjalanan waktu-waktu yang akan datang.

“Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tapi tak ada kebahagiaan tanpa tindakan.” ~ Benjamin Disraeli ~

RASA MALU #2. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Diri Sendiri

Ada orang yang merasa sangat malu banget (sampai merasa menjadi aib) karena hal-hal sepele, padahal kadang-kadang apa yang dianggap memalukan dirinya tersebut belum tentu dirasa mempermalukan dihadapan orang lain (misal: berhutang, kecacatan fisik, kelemahan/kegagalan prestasi). Dan hal itu bertambah dalam ketika apa yang terjadi tersebut pernah ia alami dalam keluarganya. Sehingga hal ini menambah rasa malu dan berjuang untuk menutupi. Dan sering kali apa yang dilakukan itu sia-sia.

RASA MALU #1. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Dalam keluarga

Rasa malu adalah suatu perasaan yang berasal dari emosi negative dalam diri seseorang. Rasa malu muncul pertama kali ketika manusia jatuh dalam dosa. Bandingkan rasa malu manusia pertama di Kej 2:25 dg Kej. 3:7-8, disitulah terletak bahwa manusia memiliki rasa malu karena keadaannya. Genesis 2:25 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Genesis 3:7-8
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Rasa malu disini dimulai dari cara memandang sesuatu dan membandingkan dengan keadaan sekitar atau situasi sebelumnya.

KEJUJURAN #2. Jujur pada diri Sendiri

Amsal 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Hiduplah apa adanya tidak munafik dan penuh kepura-puraan. Sering kali kita mengalami suatu situasi untuk tampail ada adanya tanpa dibuat-buat. Contoh: orang-orang yang sering menyembunyikan perasaannya karena mungkin untuk menyukakan orang lain atau supaya orang lain tidak tahu keadaan yang sebenarnya. Orang-orang seperti ini tidak jujur dengan dirinya sendiri.

Amy Carmichael, salah seorang misionaris di India mengatakan: Apakah semua karakter dan jalan yang tidak terlihat siapapun sama benarnya dengan apa yang dapat dilihat oleh siapa saja? Apakah kita memang benar sepenuhnya dan tampil apa adanya?

KEJUJURAN #1. Jujur pada saat terpojok

Proverbs 20:11
Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya.
Tidak mudah buat kita untuk berkata jujur pada saat situasi kita sedang terpojok. Sering kali banyak hal yang menghalangi seseorang untuk bersikap jujur pada situasi seperti ini. Supaya tidak tertolak atau orang tidak memandang rendah atau karena takut disakiti merupakan alasan-alasan seseorang untuk bersikap tidak jujur. Kejujuran dapat menjadi daya tawar ketika situasi tidak menguntungkan seseorang. Karakter jujur sangat penting untuk dimiliki semua orang karena menyangkut integritas dan kepercayaan.

  • Mengapa harus Jujur

    Jujur merupakan sikap pribadi dan dapat diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

    Seseorang dengan sikap jujur akan dapat terhindar dari masalah-masalah:

    • Kesalahpahaman
    • Menghindar konflik emosional
    • Menghindari kemungkinan menyakiti perasaan orang lain
    • Menghindari membuang waktu percuma

    Pada saat seseorang mengalami terpojok, berlaku jujur itu tidak mudah. Ada rasa malu, takut, marah atau gengsi. Tapi, energi besar yang diperlukan untuk jujur hanya sesaat.

RASA BERSALAH 2# Bebas dari Rasa Bersalah yang Benar

Rasa bersalah yang benar adalah ketika kita melakukan sesuatu yang tidak benar/dosa/melukai orang lain dan kita mau menyadari dan membereskan. Dosa yang seharusnya segera dipotong, tetapi malah dibiarkan dan menjalar keseluruh bagian kehidupan seseorang. Misalnya, seseorang merasa bersalah karena telah berbohong karena takut tidak diterima dan setelah kejadian itu ia menyadari kesalahannya telah berbohong, dan mengakui kesalahannya dg jalan minta ampun kepada Tuhan, meminta maaf kepada orang tersebut.

  • Latar Belakang

Rasa bersalah = Guilt dalam bahasa Inggris. Rasa bersalah yang timbul karena melakukan pelanggaran/dosa, karena merasa telah menyakiti seseorang yang dikasihi (suami, istri, anak-anak atau teman akrab). Hal lainnya bisa juga timbul, karena telah melanggar norma dan asusila.

Rasa bersalah dapat memunculkan reaksi-reaksi yang sangat luas dan komplek, misalnya dapat menimbulkan:

  • Rasa malu
  • Ketakutan
  • Putus asa
  • Cemas
  • Kesepian
  • Depresi
  • Bunuh diri (Yudas)

Jangan menyimpan rasa salah yang seharusnya perlu kita bereskan di hadapan Allah orang lain dan juga diri sendiri supaya tidak mengakibatkan reaksi-reaksi yang lebih komplek.

Bertanggung jawab #2 Menjadi Suami yang Bertanggung Jawab

Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau menemukan suami yang begitu mudah melempar tanggung jawab, dan melihat istrinya menjadi korban dari apa yang seharusnya ia lakukan. Misalnya suami yang membiarkan istrinya melakukan semua tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dan ia merasa itu bukan tugasnya. Suami lebih memikirkan untuk kewajiban memenuhi secara materi, dan mengesampingkan kebutuhan tentang kasih dan perhatian.

  • Apa Tugas dan tanggung jawab Suami?

Suami yang bertanggung jawab adalah ketika ia tahu dan melakukan apa yang Allah harapkan. Dan tahu apa yang istrinya harapkan. Firman Tuhan menyatakan tugas utama suami di dalam Efesus 5:25
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. Tugas dan tanggung jawab yang mulia seorang suami untuk mengasihi istrinya.

Bertanggung jawab #1 Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab

Ada orang begitu mudah melempar tanggung jawab, dan melihat orang lain menjadi korban dari apa yang seharusnya ia lakukan.

  • Mengapa kita perlu bertanggung jawab

Tanggung jawab adalah tahu dan melakukan apa yang Allah harapkan dan apa yang orang lain harapkan dari saya. Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang dinamakan hak. Jika kita melalaikan tanggung jawab, maka kualitas dari diri kita mungkin akan rendah. Untuk itu, tanggung jawab adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena tanggung jawab menyangkut orang lain dan terlebih diri kita.