Tag Archives: Renungan

Media Pembaharuan

Media Pembaharuan dimaksudkan untuk melakukan pelayanan di bidang Percetakan dan Penerbitan untuk memenuhi kebutuhan LPPPT dalam pengadaan materi dan penekanan beaya pengadaan.

Diharapkan melalui pelayanan ini Media Pembaharuan akan berkembang menjadi Departemen yang mandiri dan memberikan kontribusi yang besar bagi kebutuhan pelayanan LPPPT

Produk Penerbitan yang diampu:

  1. Buku Kerja SOH Pelatihan Dasar
  2. Buku Kerja SOH Pelatihan Lanjutan
  3. Buku Kerja SOH Pelatihan Profesional
  4. Buku Pertanyaan Pemulihan
  5. Buku Renungan Pemulihan 16 Judul tematis
  6. Buku Panduan Doa Dasar
  7. Buku Langkah-langkah Menuju Kemerdekaan Kristus
  8. Buklet Langkah-langkah Pemulihan
  9. Paket VCD SOH Pelatihan Dasar
  10. Paket VCD SOH Pelatihan Lanjutan

Produk Percetakan yang di ampu :

  1. Berbagai brosur SOH Duta Pembaharuan
  2. Berbagai Brosur Pelatihan Departemen Pemberdayaan Alumni
  3. Berbagai Print Digital A3+
  4. Berbagai Buklet Pelatihan di luar Produk LPPPT
  5. Warta Pembaharuan
  6. Berbagai jasa cetak lainnya
  7. Berbagai Jasa Editing Video Pelayanan dan acara keluarga

Katalog online produk media pembaharuan bisa dilihat disini

KEJUJURAN UNSUR PENTING DARI PEMULIHAN

Nats : Kisah Para Rasul 5:1-11 <–Klik disini untuk membaca ayat.

Pendahuluan

Apa yang terjadi dengan Ananias dan Safira adalah hal yang mungkin masih terjadi dengan orang percaya namun kemungkinan dengan cara yang berbeda seperti Nazar, janji dan lain-lain. Namun jika kita pernah berjanji kepada Tuhan baik itu mengenai materi dan penyerahan hidup dan tidak ditepati berarti kita sedang tidak jujur kepada Tuhan atau orang lain. Lalu apakah kita mati? Secara fisik mungkin tidak namun secara rohani pasti berpengaruh yang sering disebut orang mati rohani atau hubungan terganggu dan sebagainya. Dan sering ketidak jujuran ini berawal dari luka yang belum pernah dibereskan.

Mengampuni itu Indah

33: Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
34: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.       Lukas 23:33-34

Pengampunan indah ini adalah satu tema yang seringkali sangat kontroversial dalam kehidupan orang percaya mengapa? Karena sering sekali dirasakan bahwa pengampunan itu berat dan sangat susah. contoh:  jika seorang yang diperkosa lalu disuruh mengampuni dan dikatakan bahwa pengampunan itu indah maka pasti ini perjuangan yang besar dan panjang. Namun itulah adanya Firman, Tuhan Yesus lakukan dalam keadaan yang sangat sulit melakukannya, ketika diatas kayu salib Dia mengatakan Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dia lakukan.

Mengapa dikatakan mengampuni itu indah? Pertama  karena hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang kuat dalam Tuhan. Kedua hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang berniat baik, ketiga dilakukan oleh orang-orang pilihan, keempat taat kepada perintah Tuhan kelima, meneladani Tuhan Yesus, indah bukan?

MARI KELUAR DARI BAHTERA (Kejadian 6:5-7)

5: Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,  6: maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7: Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”   Kejadian 6:5-7

Kisah ini menceritakan bagaimana kejahatan (dosa) manusia bertambah berkembang biak, kejadian 3 mengisahkan manusia secara pribadi jatuh kedalam dosa, kejadian 4 mengisahkan dosa merambah ke keluarga, kejadian 5 dan 6 dosa menyebar ke satu bangsa, dengan kata lain dosa itu progresif maju terus, kejadian 6 mengisahkan ada satu keluarga yang taat kepada Tuhan yaitu keluarga Nuh (Kejadian 6:22). Didalam situasi ini sudah muncul satu kesadaran untuk memotong lingkaran setan yang selama ini terus berputar. Karena ketaatan Nuh kepada Tuhan, maka keluarga Nuh selamat dari air bah, walaupun ketaatan itu kelihatannya aneh dimana Nuh membuat Bahtera bukan di pantai tetapi justru digunung. Ini mengisahkan ketaatan.

Hubungan kunci dari Pemulihan Universal

Nats : Kisah Para Rasul 17 <— (klik disini untuk membaca ayat)

Kisah Para Rasul 17 menceritakan bagaimana Paulus dapat membangun hubungan yang sangat baik  di Atena,  Paulus adalah orang no 2 setelah Tuhan Yesus dipakai olah Tuhan di dunia untuk pemulihan & penyelamatan.

Atena adalah kota bisnis, pusat filosofi dan budaya serta orang – orang nya menyembah berhala atau sinkritisme. Moral sangat bejat dan jorok, mereka membuat patung alat kelamin untuk disembah.

Renungan: Ya Tuhan, nasibku kok sama?

             Ya Tuhan, apakah nasibku sama juga dengan orang lain ? Ya Tuhan, mengapa ini terjadi dalam diriku? Apakah pertanyaan ini akan menjadi pemikiran kita ketika kita membaca Pengkotbah 9 :1-2 “Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya. Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban”.

             Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah. Sebenarnya ayat ini mengatakan kepada kita bahwa semua manusia akan mati, baik pintar atau bodoh, mengenal Tuhan ataupun tidak, berhikmat atau tidak, boros atau tidak dan seterusnya. Tetapi, tahukah saudara bahwa ayat ini membawa kita kepada satu realita bahwa walaupun kita semua akan mati tetapi ada yang tidak akan mati yaitu perubahan yang kita lakukan dalam hidup kita, atau daftar riwayat hidup apa yang sudah kita lakukan dalam hidup ini.

             Thomas Alfa Edison sudah meninggal, Einstein sudah tidak ada dan banyak lagi tokoh-tokoh lain yang karyaNya sampai hari ini masih kita nikmati. Pernahkah kita berpikir bahwa benar nasib semua orang sama yaitu akan mendapat warisan 2 X 1 m “(dikubur)”? Namun apakah kita bisa mengubah generasi yang masih hidup nantinya atau mengubah anak cucu kita nantinya? Pasal 9 ini diakhiri pengkhotbah dengan satu cerita bahwa hikmat lebih baik dari pada keperkasaan (ayat 16).
            
             Digambarkan dalam cerita ini, orang yang tidak diperhitungkan oleh dunia ini justru  jauh lebih berpengaruh pada masa depan daripada seorang raja agung. Perbedaannya terletak pada hikmat. Hikmatlah yang akan kekal sampai kepada anak cucu kita, hikmatlah yang mempengaruhi generasi kita dan generasi yang akan datang, hikmatlah yang akan mengubah satu bangsa. Apakah kita sudah berhikmat, atau apa yang sudah kita lakukan dengan hikmat? Kalau kita melayani Tuhan, itu baik; kalau kita berpuasa, itu baik; kalau kita menolong orang itu pun baik; namun jika kita lakukan tanpa hikmat maka hasilnya tidak akan baik atau tidak akan maksimal.

             Pada waktu  nanti malaikat Tuhan menjemput kita, hikmat apa yang kita tinggalkan bagi generasi ini? Perubahan apakah yang sudah kita buat dalam hidup orang lain? Perubahan apakah yang sudah kita buat dalam gereja? Perubahan apakah yang sudah kita buat dalam lingkungan sekitar, ataupun untuk bangsa ini dengan hikmat?

oleh Pdt. Jonedi Ginting

Renungan: Waktunya Siapa?

           Beberapa kali ketika saya melayat-upacara penguburan, saya mendengar ayat penghiburan dari Pengkhotbah 3:1, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”. Saya sangat diberkati, dan saya melihat bahwa ayat ini berbicara lebih dari konteks penghiburan dalam suatu upacara penguburan. Saya mulai berpikir, “Sekarang sebenarnya Tuhan memberikan waktu apa kepada saya, karena jelas bahwa jika segala sesuatu ada waktunya, maka ada juga nanti waktu yang berlalu dan tidak pernah kembali”.

           Kepekaan sesorang untuk mengerti masa apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupannya menjadi sesuatu yang sangat penting karena:
1. Jika kita mati-matian mengerjakan sesuatu yang ternyata itu bukan waktunya Tuhan,  maka kita menghabiskan waktu dan energi yang sangat banyak hanya untuk sebuah kegiatan yang “sia-sia”.
2. Masa yang diberikan Tuhan mungkin bisa saja sepertinya berulang namun kualitasnya pasti berbeda.
3. Kita akan semakin banyak membuang keefektifan diri kita untuk meraih suatu impian atau Visi.
4.Kalau segala sesuatu kita sadari ada masanya maka jika kita tidak peka terhadap masanya Tuhan maka kita sama saja dengan orang yang menunda atau bahkan melewatkan berkat luarbiasa yang sebenarnya Tuhan siapkan bagi kita.

           Bagaimana kita dapat melatih kepekaan terhadap masa Tuhan? Langkah pertama, bertanya kepada Tuhan hal apa di dalam diri kita yang selama ini kita masih pegang teguh seperti pendirian, kepandaian, keahlian kita yang ternyata menghalangi kita untuk mengerti masa Tuhan. Kedua, membereskan luka-luka, penghakiman, kemarahan, kepahitan yang masih dipendam dalam diri kita. Ketiga bertanya kepada Tuhan, masa apakah yang Ia siapkan bagi kita.

           Bagi kebanyakan orang, yang paling sulit adalah poin pertama dan kedua. Dalam pengalaman pelayanan kami, seseorang dapat memiliki prinsip yang hebat dalam hidupnya atau memiliki banyak pengetahuan di dalam hidupnya, namun datangnya dari luka di masa lalu seperti keinginan balas dendam kepahitan dan lain-lain. Orang itu mungkin akan semakin berhasil dengan prinsip dan pengetahuannya, namun seringkali jika prinsip itu didasari luka, maka ia akan sulit menikmati damai sejahtera Tuhan semasa hidupnya.

           Fakta mengatakan bahwa betapa banyak orang yang memiliki “segalanya dalam hidupnya” namun kehilangan damai sejahtera? Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?-Lukas 9:25. Jelas disini yang menjadi ukurannya adalah masa Tuhan. Mungkin secara dunia orang melihat kita tidak memperoleh apa-apa tetapi jika kita melakukannya pada masa Tuhan, maka hasilnya akan sangat luar biasa.

           Apakah saudara tahu masa apa yang Tuhan kerjakan dalam diri saudara? Mungkin masanya untuk berubah, mungkin masanya untuk bertumbuh, mungkin masanya menemukan visi, mungkin masanya rekonsiliasi atau untuk hal-hal yang lain. Bertanyalah kepada Tuhan dengan membuang terlebih dahulu penghambat yang membuat kita tidak bisa “connect“dengan Dia.

Ditulis oleh
Pdt Jonedi Ginting

Renungan: Jangan Membatasi Diri!

Begitu banyak orang tidak melakukan apa-apa karena dia merasa punya kelemahan dalam dirinya sehingga “membatasi dirinya” untuk menjadi seorang yang luar biasa. Pembatasan diri bisa berupa: akibat pendidikan, sosial, pengalaman yang sangat minim dll, dan kemudian dia mulai mengatakan pada dirinya bahwa dia tidak bisa apa-apa karena keterbatasan itu, sehingga akhirnya dia akan jadi seperti apa yang dia katakan. Tahukah saudara ini adalah musuh terbesar kesuksesan? Firman Tuhan mengatakan cukuplah………….justru didalam kelemahanmulah Kuasa-Ku menjadi sempurna ( 2 Korintus 12:9). Firman ini mengajarkan kepada kita bahwa untuk menjadi sesuatu yang membawa perubahan didalam hidup kita jangan membatasi diri, orang yang membatasi diri sebenarnya dia sedang mengatakan bahwa dia memang tidak mau meraih sukses yang Tuhan sudah siapkan , dia sedang menunda bahkan menolak berkat Tuhan yang luar biasa.