Tag Archives: Refleksi

Proses Mengampuni

21: Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”  22: Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.    Matius 18 :21-22

Satu kali Petrus bertanya berapa kalikah kita harus mengampuni, supaya dianggap mengampuni, jawaban Tuhan sebetulnya bukan masalah hitungan tetapi masalah hati, juga bukan masalah cara tetapi masalah sikap. Mari kita perhatikan ayat berikut Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Mengampuni itu Indah

33: Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
34: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.       Lukas 23:33-34

Pengampunan indah ini adalah satu tema yang seringkali sangat kontroversial dalam kehidupan orang percaya mengapa? Karena sering sekali dirasakan bahwa pengampunan itu berat dan sangat susah. contoh:  jika seorang yang diperkosa lalu disuruh mengampuni dan dikatakan bahwa pengampunan itu indah maka pasti ini perjuangan yang besar dan panjang. Namun itulah adanya Firman, Tuhan Yesus lakukan dalam keadaan yang sangat sulit melakukannya, ketika diatas kayu salib Dia mengatakan Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dia lakukan.

Mengapa dikatakan mengampuni itu indah? Pertama  karena hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang kuat dalam Tuhan. Kedua hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang berniat baik, ketiga dilakukan oleh orang-orang pilihan, keempat taat kepada perintah Tuhan kelima, meneladani Tuhan Yesus, indah bukan?

MARI KELUAR DARI BAHTERA (Kejadian 6:5-7)

5: Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,  6: maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 7: Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”   Kejadian 6:5-7

Kisah ini menceritakan bagaimana kejahatan (dosa) manusia bertambah berkembang biak, kejadian 3 mengisahkan manusia secara pribadi jatuh kedalam dosa, kejadian 4 mengisahkan dosa merambah ke keluarga, kejadian 5 dan 6 dosa menyebar ke satu bangsa, dengan kata lain dosa itu progresif maju terus, kejadian 6 mengisahkan ada satu keluarga yang taat kepada Tuhan yaitu keluarga Nuh (Kejadian 6:22). Didalam situasi ini sudah muncul satu kesadaran untuk memotong lingkaran setan yang selama ini terus berputar. Karena ketaatan Nuh kepada Tuhan, maka keluarga Nuh selamat dari air bah, walaupun ketaatan itu kelihatannya aneh dimana Nuh membuat Bahtera bukan di pantai tetapi justru digunung. Ini mengisahkan ketaatan.