Tag Archives: mengasihi

Time To Share : Kasih

Materi Time To Share dengan tema Kasih :

  1. Kasih #1. Menerapkan Kasih di Tempat Kerja | Unduh
  2. Kasih #2. Opini=Valentine Bagi Orang Percaya | Unduh
  3. Kasih #3. Mengasihi dengan sepenuh hati  | Unduh
  4. Kasih# 4. Mengasihi orang yang menyebalkan  | Unduh

 

Untuk mengunduh file dalam format pdf,   silahkan klik link unduh diatas.

Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati :)

Kasih #3. Mengasihi dengan sepenuh hati

Matius 22:37-39  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.   Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.   Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Benarkah kita sampai saat dapat mengasihi segenap hati dengan Tuhan, pasangan, anak-anak, orang tua, sahabatnya dan orang-orang yang kita kasihi?

Ada beberapa pertanyaan yang dapat kita renungkan bersama:

  • Kepada Tuhan : apakah hari-hari ini kita sedang malas, jenuh, bosan dan mengasihinya hanya sebatas simbol-simbol ibadah, rutinitas dan sering kali marah kepada-Nya?
  • Kepada Pasangan – suami atau istri: Apakah ada kebohongan yang sedang anda lakukan, apakah sedang mengalami rasa cemburu dan mementingkan diri, ataukah anda sedang merasa hidup dalam sebuah komitmen pernikahan bukan didasarkan karena cinta-kasih?
  • Kepada Anak-anak: Apakah ada orang tua yang sedang merasa marah, jengkel dan tidak bisa menerima kelemahan-kelemahan mereka sehingga Anda sedang merasa bertanggung jawab atas hidupnya.
  • Kepada orang tua: Apakah anda sebagai anak sedang merasa benci karena kekolotan dan tidak fleksibel terhadap anda, hidup dalam banyak kemarahan dengan orang tua, sehingga anda sedang merasa yang tunggu sampai saya menikah dan hidup berpisah dari orang tua?
  • Kepada sahabat Anda: apakah anda sedang merasa tidak enak hati, munafik dan serta hidup untuk menjaga perasaannya dan tidak mau konflik, ataukah anda sedang mencari keuntungan diri?

 

Mengapa sulit mengasihi sepenuh hati

1.    Kepada Tuhan

Ulangan 6:5  Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Mark 12:30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Dalam ayat ini maka dalam diri seseorang terdiri dari hati, jiwa/batin, akal budi/pikiran dan kekuatan/fisik. Mengasihi dengan segenap hati adalah mengasihi Tuhan dengan 100% baik hati, jiwa, pikiran dan fisik. Ada orang yang pada awalnya sangat mengasihi Tuhan, semua diserahkan kedalam Tuhan, tetapi oleh karena suatu proses kehidupan, pergumulan dan kebutuhan, akhirnya bisa tidak mempercayakan 100% kepada Tuhan. Mungkin hatinya mencoba berserah, jiwanya mulai bimbang, pikirannya mulai mencari ide jalan keluar, dan kekuatannya mencoba untuk berusaha sendiri.

Yang sering kali sulit terjadi dalam kehidupan seseorang adalah menyatukan keempat aspek tersebut. Dan apabila seseorang sulit melakukannya maka sering kali seseorang mengalami kesulitan untuk dapat mengasihi sepenuh hati. Apabila kita sedang menghadapi hal-hal diatas, didapat dipastikan kita sedang tidak bisa mengasihi dengan sepenuh hati. Seseorang yang mengasihi dengan sepenuh hati mendasarkan pada kasih yang sebenarnya.

1 Korintus 13:4-8  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.  5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.  7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.  8 Kasih tidak berkesudahan;

Beberapa penghalang orang sulit mengasihi kepada Tuhan.
-    Hati; banyak hati yang sudah terkoyak dalam sebuah kepercayaan. Artinya ada banyak orang yang kecewa karena menaruhkan hatinya kepada Allah dan berharap hidupnya menjadi lebih baik, tetapi ternyata hidupnya tidak seperti yang diharapkan dan tidak terjadi perubahan. Dalam konteks ini seseorang akan sangat berjuang untuk mengasihi Allah dengan segenap hati. Daud mengaduh: Mazmur 13:1-2  Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?  2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?

-    Jiwanya; kegagalan-kegagalan mengasihi Allah membuat jiwanya berjuang untuk merasakan kehadiran Allah. Mazmur 88:4  sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.

-    Pikirannya; Adanya pengalaman-pengalaman pada waktu mengalami pergumulan membuat pikiran dan persepsi-persepsi seseorang memiliki kekecewaan kepada Allah. Dalam pikiran juga akhirnya mempengaruhi persepsi-persepsi seseorang dalam mengasihi Allah. 2 Korintus 10:5  Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.

-    Kekuatannya; sering kali ketika seseorang mengalami kekecewaan dan kesulitan maka mekanisme pertahanan diri seseorang akan muncul. Orang-orang seperti ini akan sangat berjuang untuk mengasihi Allah karena akan ada pertimbangan-pertimbangan “saya bisa lakukan sendiri

-    Kerusakan otoritas sering kali juga menjadi penghalang seseorang mengasihi Allah, dimana orang-orang yang sedang bergumul dengan hati bapa/hubungan dengan ayah sering kali bergumul mengalami kesulitan mengasihi Allah dengan segenap hati. Kolose 3:21  Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

 

2.    Orang lain

Seseorang sering kali tidak dapat mengasihi orang lain dengan sepenuh hati karena ada beberapa hal :
   Pengalaman pahit, trauma-trauma dalam berelasi sering kali membuat seseorang tidak dapat mengasihi dengan sepenuh hati lagi.
-    Kekecewaan, orang yang pernah mengalami kekecewaan yang belum dituntaskan akan merasa mengasihi tidaklah gampang lagi dan menjadi suatu proses.
-    Moral, etika, supaya tidak dianggap orang lain aneh maka seseorang bisa mengasihi karena alasan moral dan etika bukan dengan segenap hati.
-    Komitmen atau janji, berapa orang yang mengharapkan dikasihi sepenuh hati tetapi tidak mampu lakukan karena hanya untuk memenuhi janji dan komitmen.

 

Berkat mengasihi dengan segenap hati

1. Kepada Tuhan

  •  Orang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati akan disebut orang yang berbahagia, Mazmur 119:2  Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
  •  Sukacita dan Damai sejahtera. Orang yang mengasihi dengan segenap hati akan merasakan sukacita dan damai sejahtera.
  • Berserah dan pasrah, ketika seseorang mengasihi dengan segenap hati kepada Tuhan maka imannya akan terus berserah dan memiliki penyerahan secara penuh.
  • Imannya akan terus bertumbuh sesuai dengan cara dan waktu Tuhan

2. Kepada Orang lain

  • Kita menjadi saluran kasih tanpa terdistorsi oleh tujuan-tujuan yang lain, jadi kasih yang kita salurkan kasih dalam segenap hati.
  • Kepada Pasangan, maka akan semakin saling mempercayai dan saling menghormati, serta semakin saling mengasihi sehingga memperkokoh pernikahan dan keluarga
  • Kepada Anggota keluarga, akan ada keterbukaan, saling melengkapi dan menjadi indah hubungan antara anggota keluarga.
  • Kepada orang lain, ada saling memahami dan saling pengertian dalam membangun persahabatan dan kekerabatan.

 

Langkah-langkah Mengasihi dengan segenap hati

1. Kepada Tuhan

  • Mulailah dengan hal-hal sederhana
  • Melepaskan hal-hal yang menghalanginya untuk datang kepada Tuhan, tidak bersandar kepada kekuatan fisik dan pikiran. “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!“  (Yeremia 17:5).  Tuhan tidak menghendaki kita mengandalkan kekuatan dan pertolongan di luar Dia.  Tuhan tidak menghendaki kita berharap kepada sesuatu di luar seperti kekayaan, kepandaian dan kekuatan diri sendiri sebab semuanya serba terbatas.
  •  Menaruhkan sikap hati yang benar kepada Tuhan, Tuhan melihat hati Mazmur 119:2  Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
  • Pasrah secara penuh, Amsal 3:5  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

 

2. Kepada sesama

  • Lakukan seperti melakukan untuk Tuhan, Kolose 3:23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
  • Melepaskan kepahitan, penghakiman atau cap negatif dan kekecewaan-kekecewaan
  • Jangan memiliki pengharapan yang berlebihan terhadap apa yang telah kita lakukan kepada orang lain, misalnya ingin menerima balas budi atau timbal balik

 

 

Kasih #1. Menerapkan Kasih di tempat kerja

1 Kor 13:4-7   4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.  5Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  6Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.  7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih menjadi  sikap dasar membangun persahabatan yang akan lebih menyenangkan. Dalam kasih maka tidak ada saling membedakan, persaingan, kemarahan, iri hati, kedengkian.

Ada banyak keluhan-keluhan yang berhubungan dalam pertemanan di tempat kerja/pelayanan. Dimana teman sekerja tidak menjadi team yang baik dan justru sering melukai, pada hal teman sekerja akan selalu ketemu. Memiliki teman sekerja yang menyenangkan akan menambah semarak dan semangat seseorang dalam bekerja. Dukungan itu dapat berupa rasa nyaman, diperhatikan, dihargai atau terbantu oleh rekan kerja. Sebaliknya, memiliki teman sekerja yang menjengkelkan akan membuat orang lain jengkel dan tidak kerasan. Carry Cherniss dalam bukunya Staff Burnout-Job Stress in the Human Services menunjukkan bahwa persahabatan dalam rekan kerja berpotensi dalam menyebabkan kejenuhan.

Mark 12:30-31  30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.  31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Inilah hukum yang utama yang mencakup semua isi kitab suci. Inti dari semua kitab suci adalah hukum kasih ini. Jadi adalah merupakan kewajiban bagi pengikut Kristus untuk mengamalkan kedua hukum kasih ini dalam hidupnya.

Cara mengasihi teman dalam satu pekerjaan:

Pertama adalah mengasihi tanpa membedakan jabatan, tanggung jawab, dan kemampuan. Kedua, sesama teman sekerja yang diperlakukan seperti diri sendiri, artinya kita harus mepunyai rasa empati dan simpati kepada orang lain. Kalau kita tidak senang disakiti, maka tentu orang lain juga tidak kita sakiti. Kalau kita senang di”orang”kan, maka kitapun harus meng”orang”kan orang lain.Yesus berkata:segala sesuatu yang kamu kehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”(Mat.7:12 )

Ketiga, mengasihi berarti memiliki rasa sayang, atau rasa cinta. Kasih sendiri mencakup beberapa nilai antara lain: panjang sabar, tidak iri,tidak mementingkan kepentingan sendiri, hormat, mengampuni,tidak dendam Intinya kalau mengasihi berarti berfikir dan bertindak positif. Kita tidak merancangkan hal hal yang negatif pada orang lain. Begitu juga kita tidak bertindak merugikan orang lain.

Budaya bekerja

Ada beberapa hal dalam budaya kerja yang membuat seseorang tidak merasa nyaman dan kehilangan kasih satu dengan yang lain. Hal itu misalnya:  ketidakpedulian antara satu dengan yang lain, adanya ketidakpekaan antara atasan kepada bawahan, atau sebaliknya, perpindahan kerja yang tidak dikehendaki, beban kerja yang berlebihan dan hilangnya batas-batas pribadi.

Maka untuk mengikis hal di atas kasih menjadi dasar sangat penting dapat diterapkan dalam membangun relasi di tempat kerja. Cara menerapkan kasih adalah:

-       Tidak mementingkan kepentingan diri sendiri
Sebagai teman/sahabat yang baik kita harus belajar untuk tidak egois dan mulai untuk memperhatikan kepentingan teman. Belajarlah untuk mendahului kepentingan mereka. Filipi 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

-       Rela berkorban
Sebagai teman sekerja kita harus siap berkorban untuk mereka. Rela berkorban dalam hal tenaga, waktu, dana, maupun kesenangan kita. Yoh 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

-       Memberi
Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi.  Amsal 11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

-       Sabar
Konflik biasa akan terjadi ketika kita telah memiliki hubungan yang dekat dengan teman sekerja kita. Karena itu, kita harus bersabar dalam menghadapi konflik. Konflik yang diselesaikan dengan baik akan membuat hubungan kita menjadi semakin mengenal dan memahami satu sama lain. Amsal 15:18 Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan

-       Mengampuni
Mengampuni teman sekerja yang telah melakukan kesalahan kepada kita adalah wujud nyata bahwa kita juga mengasihi mereka. Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

-       Menegur
Teguran adalah wujud dari kasih juga karena melalui teguran kita juga ingin teman sekerja kita menjadi lebih baik di kemudian hari. Amsal 27:5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.

-       Berdoa
Bahkan Yesus juga berdoa buat murid-murid-NYa. Karena itu, kita juga perlu berdoa buat teman sekerja kita supaya mereka juga tetap berjalan dalam rencana Tuhan. Yoh 17:9-10 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

Pandangan Firman Tuhan dalam mengasihi teman sekerja?

  • Matius 5:43-48   43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.  44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.  46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?  48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
  • Roma 12:20  20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
  • Galatia 5:22-23  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
  • 1 Petrus 1:22  Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
  • 1 Yoh 2:10  Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
  • 1 Yoh 4:12  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Berkat yang diterima ketika dapat mengasihi teman sekerja?

  •  Sukacita karena melakukan kehendak Tuhan
  •  Suasana kerja penuh damai
  • Pekerjaan menjadi lancar
  • Membangkitkan semangat kerja
  • Membangun kekompakan team (bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh)
  • Ada harmoni yang terbangun dan menjadi keluarga yang baik (Amsal 17:17  Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Penghalang mengasihi di tempat kerja?

  • Iri hati
  • Kepentingan diri, Egois
  • Penghakiman
  • Persaingan3
  • Kedengkian/sakit hati

1 Petrus 2:1   Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

  •   Perselisihan

1 Kor 3:3  Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

  • Egois/Mementingkan diri sendiri

Yakobus 3:16  Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

  • Roh pemecah

Galatia 5:19-21  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,  20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,  21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Langkah-langkah Menerapkan Kasih di tempat kerja

  1. Beri Sapaan yang hangat pada pagi hari, misalnya “Hai sis selamat pagi”, “pagi teman wah sumringah pagi ini”
  2. Ucapkan terima kasih apabila mendapatkan pertolongan dari teman sekerja kita.
  3. Beri pujian pada saat ada yang perlu dipuji, “Wow penampilan hari ini keren”
  4. Apabila menegor, tegorlah empat mata, supaya tidak merasa direndahkan.
  5. Ambil waktu untuk bicara apabila tidak merasa enak, yang dalam hal ini jangan merasa sungkan untuk minta maaf dan memaafkan teman jika itu mengganggu.
  6. Berbagilah, kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi.  Mungkin hanya permen atau makanan kecil.
  7. Ucapkan salam pamit saat pulang “pulang dulu ya…see u)
  8. Mendoakan teman sekerja, ambil waktu pada saat jam doa dirumah untuk mendoakan teman kita.