Tag Archives: Kesaksian

Yesus Menuntun Hidupku

Satu bulan lalu tim DP Jogja menghadiri pernikahan salah satu Fasilitator di Solo. Siang itu acara cukup padat dan setelah beberapa saat kami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Di tempat resepsi tersebut saya sempat bertemu dengan alumni SOH yang sekarang ikut terlibat dan begitu antusias mengembangkan pelayanan pemulihan bersama Duta Pembaharuan. Beliau bernama Ibu Andayani dan suaminya Bapak Indro cahyono, pasangan ini di karuniai dua orang anak, mereka berasal dari kota Surabaya.

Hari itu kami di undang untuk mengunjungi rumahnya dan menikmati jamuan makan siang bersama.
Di sepanjang perjalan ke sebuah tempat makan, saya mendengarkan kesaksiannya hingga beliau dan keluarga ada di kota SOLO. ” awalnya saya bingung mbak, kenapa saya di bawa pada situasi seperti sekarang ini tetapi sejak selesai mengikuti SOH bahkan sampai hari-hari ini. saya semakin merasakan bahwa Tuhan benar-benar yang menuntun kehidupan saya dan keluarga”. Beliau berkata-kata dengan perasaan yang haru karena kebaikan Tuhan.

Hati Tuhan ada dihatiku

Hati saya tergetar ketika siang itu saya mengangkat gagang telepon. Suaranya kecil dan tidak begitu jelas hingga saya mengulang-ulang kata. Sayup-sayup terdengar oleh saya suara seorang nenek yang bertanya. “..Apakah ini Duta Pembaharuan?..saya mau ikut jadi pendoa bagaimana caranya?…saya sangat rindu untuk mendoakan pelayanan Duta Pembaharuan jadi saya mau di sms pokok-pokok doanya DP..” ternyata beliau adalah Alumni School Of Healing di kota Samarinda yang bernama Ibu Je Swie Giok. Beliau berumur ± 60 tahun..

Untuk pertama kalinya saya di telepone langsung oleh seorang nenek yang sangat antusias melayani. Beliau berada di tempat yang jauh dari Jogja, tidak juga mengenal email, bahkan nomor Hand Phone yang beliau berikan adalah milik cucunya, usianyapun tidak lagi muda…tetapi beliau tahu masih ada yang bisa dipersembahkan untuk Tuhan. Saya tidak menyangka hari ini beliau menghubungi saya lagi untuk mendapatkan pokok doa. Karena dua minggu kantor DP sedang ada libur dalam rangka Natal, jadi saya belum mengirim pokok doa. Oh…God..saya merasakan Hati Tuhan ada dalam hatinya, yang masih ada sekarang adalah waktu, tenaga, kesempatan dan yang paling penting adalah hatinya yang mengasihi dan mau melayani Tuhan. Saya percaya Tuhan Yesus sendiri yang memilih dan memberikan Kerinduan di dalam hatinya sehingga hadir dibagi kita semua cerita ini. Jadi saat ini ada satu lagi pendoa syafaat yaitu seorang nenek yang berdoa untuk pelayan Duta Pembaharuan.

Kesaksian: Pelayanan untuk okultisme ritual ngalap berkah

Konseli adalah seorang ibu, yang ingin dilayani untuk ritual yang pernah ia lakukan semasa masih menjadi seorang gadis remaja. Latar belakang ibu ini adalah seorang dari keturunan Tionghoa. Ayahnya adalah seorang pemilik kasino di kota Purwokerto. Karena ayahnya memiliki kasino, maka kehidupannya dekat dengan hal-hal okultisme, seperti mencari petunjuk dari dukun-dukun, ataupun dari arwah-arwah leluhur. Juga keluarga ini sering mencari tempat-tempat dan ritual yang dipercaya bisa membawa rezeki.

Salah seorang dukun yang dipanggil menyarankan agar keluarga ini menjalani ritual Ngalap Berkah yang dipercaya dapat meningkatkan berkah dan rejeki buat keluarga ini. Untuk itu yang akan melewati prosesi ini adalah Ayah, Ibu dan ibu yang kami layani yang adalah anak ke-4. Ritual ini dilaksanakan di daerah Batu Raden, satu kawasan yang dipercaya memiliki nuansa mistik.

Pertama-tama konseli diminta untuk mandi di sebuah air terjun yang bernama Pancuran Pitu. Kawasan ini memang terkenal angker, dan sering digunakan oleh orang-orang yang menginginkan kekuatan supranatural. Konseli dimandikan oleh ayah dan ibunya di bawah pengawasan sang dukun.

Setelah dimandikan di pancuran pitu, kemudian konseli beserta ayah dan ibunya dibawa oleh sang dukun ke sebuah makam keramat di daerah Batu Raden tersebut. Konseli tidak bisa mengingat makam siapakah itu, namun ia tahu tempat itu biasa dipakai untuk ritual semacam itu. Di situ konseli bersama ayah dan ibunya di minta bersemedi, sementara sang dukun melajutkan prosesinya dengan bacaan-bacaan dan ritual lainnya. Termasuk di dalamnya ia harus memakan makanan dan minuman tertentu. Pada waktu ritual tersebut konseli melihat beberapa binatang yang berada di sekitar makam itu, yaitu ular-ular yang melilit di pohon di atasnya, kemudian ada monyet dan juga ada harimau. Karena ketakutan konseli diam saja dan tidak berani membicarakan apa yang dilihatnya tersebut.

Dalam kehidupannya kemudian konseli percaya kepada Tuhan Yesus, dan sejak itu ia hidup dengan iman kepada Tuhan Yesus. Setelah beberapa lama, ia mulai mengenal pengajaran karismatik dan juga terbeban untuk melayani, sehingga ia kemudian mengorganisir sebuah persekutuan doa. Ia menjadi seorang pendoa syafaat dan banyak menghabiskan waktu dengan berdoa. Sering ketika ia berdoa, mulutnya akan bergerak sendiri dan mengeluarkan kata-kata yang ia tidak bisa kendalikan. Ia merasa bahwa itu adalah bahasa roh dan bahwa ia sedang dipenuhi dengan Roh Kudus.

Kesaksian: Mau menghakimi, malah …

Saya berasal dari denominasi dimana doktrin menjadi salah satu hal yang sangat berpengaruh bagi kami untuk mengikuti suatu seminar atau pelatihan. Ketika saya mendengar kabar mengenai SOH dari jemaat saya, saya merasa penasaran, apa sih yang dibahas dalam SOH ini? Katanya ada sesuatu yang berbeda. Kemudian saya datang dengan mantap, dengan satu tujuan, yaitu untuk mencari bahan yang bisa menambah untuk menghakimi.

Namun setelah saya datang ke sini, semua justru malah berbalik arah, sayalah yang banyak terhakimi. Bukan oleh manusia, namun saya yakin bahwa inilah cara Tuhan yang dilakukan melalui orang-orang yang dipilih dalam pelayanan ini. Banyak hal yang dibahas dalam seminar ini yang mengingatkan saya mengenai hubungan-hubungan yang penting, seperti hubungan keluarga. Saya merasa bahwa disini Tuhan sedang menantang saya untuk berubah. Ada hal-hal yang perlu saya ubah dalam pola pikir saya mengenai keluarga, yaitu hubungan dengan istri dan anak-anak. Saya berharap bahwa hal ini dapat menjadi berkat bagi semua, baik keluarga maupun jemaat yang saya layani. Terimakasih.

Pdt. Marthinus, Jogjakarta
SOH Reguler Jogja Tingkat Dasar

Kesaksian: Berawal dari dorongan orang lain

Saya mendengar mengenai pelayanan Duta Pembaharuan ini sejak bulan Mei lalu dan didorong oleh pimpinan untuk mengikuti acara SOH ini. Sudah 2 kali saya menolak karena merasa malas untuk datang, walaupun sebenarnya saya tahu bahwa saya membutuhkan pelayanan ini. Setelah ketiga kalinya, saya baru memutuskan untuk datang. Melalui pengajaran, kelompok kecil, dan materi yang dibagikan saya merasa sangat diberkati dan pola pikir saya diubahkan. Disini saya melihat bahwa kehidupan saya memang perlu banyak ditolong Tuhan. Saya tahu ini suatu proses yang harus dilalui dan saya pasti menyesal bila saya kemarin memutuskanuntuk tidak datang.
Terimakasih.

Soni
SOH Reguler Jogja Lev I