Tag Archives: Emosi Negatif

Healing Workshop GKKK Malang 29 Juni-1 Juli 2012

Healing Workshop Pemulihan Emosi Negatif , sebagai kerjasama Duta Pembaharuan dengan Gereja Kristen Kalam Kudus Malang telah terselenggara hari Jumat-Minggu,  29 Juni -1 Juli 2012, bertempat di Villa Bunga Batu-Malang, dan diikuti oleh 54 peserta dari Komisi Wanita Eunike Gereja Kristen Kalam Kudus Malang. Healing Workshop Pemulihan Emosi Negatif ini dilayani oleh 3 fasilitator DP, yaitu  Pdt. Obed Rubiyanto, Ibu Sri Herlina dan Ibu Debora Istiawati.

Hari 1: Suasana masih agak kaku karena peserta yang ikut berasal dari dua gereja lokal. Dimulai dengan sesi Emosi Negatif (sesi 1) untuk membuka mata peserta tentang definisi, bentuk dan akibat juga bagaimana menyelesaikannya.

Hari 2: relasi antar peserta kelihatan mulai cair, juga dengan tim pelayan.  Pada sesi 2 (Mengatasi rasa bersalah yang palsu), beberapa peserta, bahkan sebagian besar mulai menangis ketika ada sesi penerapan di bagi untuk saling mendoakan berdua.  Pada penerapan Sesi 3 (Hidup dalam rasa malu yang sehat), dengan penerapan masal, ada beberapa peserta juga yang mulai dijamah Tuhan, meski masih ada beberapa peserta yang kelihatan “strong”

Pada siang hari ada beberapa peserta yang mendaftar untuk konseling pribadi, bahkan ada yang untuk pertama kali menceritakan kehidupannya pada orang lain. Namun pada Sesi 4 (Mengatasi Kemarahan) banyak peserta yang mengalami jamahan kuasa Tuhan, bahkan kami (fasilitator) melihat yang tadinya sepertinya “strong” mulai dijamah Tuhan pada sesi ini.  Pada malam hari dibuka ruang kesaksian, yang dimulai dari bu Gembala.

Hari 3: Sesi 5 (Mengatasi Ketakutan), dan ibadah penutup.

Selain pengajaran diadakan juga pelayanan konseling bagi 8 orang peserta, dan demo pelayanan trauma untuk 2 orang peserta.

Galeri Foto :

RASA MALU #2. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Diri Sendiri

Ada orang yang merasa sangat malu banget (sampai merasa menjadi aib) karena hal-hal sepele, padahal kadang-kadang apa yang dianggap memalukan dirinya tersebut belum tentu dirasa mempermalukan dihadapan orang lain (misal: berhutang, kecacatan fisik, kelemahan/kegagalan prestasi). Dan hal itu bertambah dalam ketika apa yang terjadi tersebut pernah ia alami dalam keluarganya. Sehingga hal ini menambah rasa malu dan berjuang untuk menutupi. Dan sering kali apa yang dilakukan itu sia-sia.

RASA MALU #1. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Dalam keluarga

Rasa malu adalah suatu perasaan yang berasal dari emosi negative dalam diri seseorang. Rasa malu muncul pertama kali ketika manusia jatuh dalam dosa. Bandingkan rasa malu manusia pertama di Kej 2:25 dg Kej. 3:7-8, disitulah terletak bahwa manusia memiliki rasa malu karena keadaannya. Genesis 2:25 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Genesis 3:7-8
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Rasa malu disini dimulai dari cara memandang sesuatu dan membandingkan dengan keadaan sekitar atau situasi sebelumnya.