Kebahagiaan #2. Mengembangkan kebahagiaan dalam keluarga

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!”  (Mazmur 128:1-3)

Keluarga yang berbahagia adalah sebuah kebahagiaan yang semua anggota keluarganya menikmati sukacita, damai sejahtera, rasa aman, saling menyenangkan satu dengan yang lain.  Firman Tuhan menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga tidak ditentukan oleh nilai-nilai materi misalnya harta, jabatan, popularitas, gelar akademis. Banyak keluarga mengejar hal itu karena berpikir bahwa materi dapat membuat kebahagiaan keluarga. Materi memang menunjang tetapi tidak menentukan, bahkan seringkali jika kita tidak bisa menangani, materi malah akan merusak. Jadi yang terpenting dalam rumah tangga adalah kasih dan damai sejahtera (Ams.15:17; 17:1). Kebahagiaan keluarga dirasakan oleh semua anggota keluarga.

Ada beberapa point dari Mazmur 128:1-3, yaitu :

  •  Keluarga yang takut akan Tuhan, dimana setiap anggota keluarga melandaskannya dengan setiap firman Tuhan dalam kehidupannya.
  •  Keluarga yang menikmati setiap hasil kerjanya baik itu hasil pekerjaan, hasil sawah dan ladangnya maupun berkati-berkat yang diberikan Tuhan.
  • Keluarga yang menikmati kelimpahan. “Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu”
  • Keluaga yang memiliki anak-anak seperti tunas pohon zaitun. “anak-anakmu seperti tunas pohon zatun sekeliling mejamu!”. Pohon zaitun adalah pohon yang kuat dan kokoh dalam iman karena telah melihat teladan yang baik dari kedua orangtuanya dalam melakukan firman Tuhan.

Dampak positif dari Keluarga Berbahagia?

Kebahagiaan itu menular, ketika seorang ayah sedang bahagia ia akan memberikan kehangatan, keramahan dan kebahagiaan seisi rumahnya. Ketika seorang ibu sedih, ia sedang menularkan kedukaan seisi rumahnya. Untuk itu ada beberapa dampak yang positif yang didapatkan dalam keluarga bahagian.

  • Keluarga yang memandang positif diantara anggota keluarga, saling menguatkan ketika masing-masing memiliki kelemahan.
  • Kebahagiaan akan memancar dalam hubungan sosial dengan masyarakat sekitar
  • Dalam suatu keluarga akan dapat menjadi terang bagi orang-orang di sekeliling kita. Adakah kita, sebagai ayah atau ibu bagi anak-anak kita, memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak kita?
  • Kebahagiaan akan memperkecil pertengkaran
  • Kebahagiaan akan mengikis emosi negatif (kemarahan, ketakutan)
  • Kebahagiaan akan membuat anggota keluarga bersemangat untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Kebahagiaan menghasilkan banyak ide
  • Kebahagiaan mengusir jauh-jauh keluhan seseorang
  • Kebahagiaan adalah menular; Mazmur  25:13  Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Hal-Hal Yang Menghalangi Keluarga Untuk Berbahagia

Keluarga disfungsi adalah keluarga yang paling sering tidak dapat merasakan kebahagiaan. Dimana fungsi-fungsi itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sikap-sikap yang membuat kebahagiaan hilang adalah :

  • Kemarahan
  • Kecemasan/kegelisahan
  • Kekwatiran
  • Stress, depresi
  • Putus asa

Seringkali keluarga disfungsi akan menurunkan keluarga disfungsi.

Apa yang sering kali membuat disfungsi :

  • Komunikasi; banyak keluarga yang tidak dapat memfungsikan komunikasi secara benar, banyak unsur komunikasi mengandung kemarahan, manipulasi dan kendali.
  • Peran, ada anggota keluarga yang tidak dapat melakukan peran yang semestinya, ayah yang mencukupkan kebutuhan, ibu yang menjadi managerial rumah tangga.
  • Pengalaman dan luka-luka

Adanya kejadian/pengalaman traumatis yang melukai diantara anggota keluarga, misalnya suami-istri, anak-orangtua.

Firman Tuhan Tentang Keluarga Bahagia

  • Proverbs 3:17-18  Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.  18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
  • Proverbs 8:34-35  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.  35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
  • Proverbs 28:14  Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

Membangun Kebahagiaan dalam Keluarga

Kebahagiaan keluarga berarti terciptanya sebuah hubungan yang sehat dan harmonis, dimana terjalin sebuah kebersamaan, tanggungjawab dan saling membutuhkan dan menghormati antara anggota keluarga, sehingga suasana yang nyaman dan damai mewarnai kehidupan sehari-hari dari keluarga tersebut.

Perlu menyelesaikan apabila ada hal-hal yang menghambat untuk mencapai kebahagiaan itu.

  • Memperbaiki komunikasi yang telah rusak dimana cenderung saling menyakiti
  • Membuka kembali mesbah keluarga yang mungkin sudah lama tidak terjadi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>