Category Archives: Broadcast

Berpikir positif #2. Berpikir positif di tengah kebosanan

Dua buah kecenderungan yang berlawanan

Joyce Meyer berkata pikiran adalah sebuah medan perang. Pikiran adalah tempat melahirkan semua tindakan kita entah itu tindakan yang baik ataupun tindakan yang jahat, yang benar atau salah. Demikian perbuatan dosa juga diawali dari pikiran. Oleh sebab itu pikiran merupakan kunci utama dan pemegang kendali kehidupan seseorang. Paulus menasihati jemaat di Filipi agar mereka memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa saja yang ada dalam pikiran mereka karena itu menentukan masa depan seseorang  yaitu: Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Berpikir positif merupakan suatu sikap yang melibatkan pikiran, kata-kata, atau gambaran yang konstruktif bagi perkembangan pikiran kita. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Seperti nasehat Paulus di Jemaat Kolose: “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol 3:2). Oleh sebab itu berpikir positif merupakan sikap hati yang mengharapkan hasil yang positif, baik serta menguntungkan.

Apakah itu kebosanan?

Kebosanan adalah suatu kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuannya untuk melakukan atau menghadapi hal-hal yang dianggap membosankan akibat kelelahan yang berlebihan, sehingga ia tidak dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Inilah perasaan Daud ketika menghadapi kehidupan yang membosankan. Psalm 13:1-2  Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku?  2(13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?

Dalam hal perilaku, seseorang yang mengalami kebosanan ditunjukan dengan begitu mudah cepat marah, mudah terluka dan menjadi frustrasi. Seseorang yang mengalami kebosanan akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan perasaannya, pemikiran mereka kaku dan keras kepala. Sering kali orang yang mengalami kebosanan tingkat lanjut akan menampilkan perilaku layaknya orang yang sedang depresi.

Jeff Galak, di Carnegie Mellon University, menasehati “Variasi dalam hidup sangat dibutuhkan agar manusia tidak bosan, yang bisa dikategorikan sebagai cara kita bertahan agar bisa menikmati hal-hal yang sudah pernah kita lakukan”.

Contoh ketika Ayub mengalami kebosanan dalam hal makanan Ayub 33:19-20   Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya, dan berkobar terus-menerus bentrokan dalam tulang-tulangnya;  20 perutnya bosan makanan, hilang nafsunya untuk makanan yang lezat-lezat;

Contoh nasehat Amsal dalam bersahabat Amsal 25:17  Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu.

Jeff Galak dan teamnya melakukan eksperimen dengan mencoba memikirkan variasi hidup tentang pengalaman menyenangkan yang pernah dialami sata melakukan sesuatu akan “menyembuhkan” dari kebosanan.

Kebosanan atau kejenuhan sebagai suatu sindrom psikologis yang terdiri atas tiga dimensi yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi dan rendahnya pencapaian pribadi.

Kelelahan emosional mengacu pada tuntutan seseorang karena merasa menanggung beban berlebihan. Depersonalisasi adalah seseorang yang mengalami kebosanan seringkali memiliki pandangan yang negatif terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan tempatnya beraktifitas. Kebosanan terkait dengan beberapa permasalahan disfungsi pribadi, seperti kelelahan fisik, insomnia dan dapat menyebabkan penyalahgunaan penggunaan alkohol dan narkoba. Beberapa simtom kebosanan diantaranya adalah rendahnya motivasi dan kepuasan kerja, memperbesar resiko melemahnya kesehatan, konflik sosial, dan rendahnya efisiensi.

Tanda-tanda orang mengalami kebosanan

  1. Ayub 10:1-22  “Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.
  2. Memiliki mekanisme pertahanan diri “tidak mau disalahkan “, “membenarkan diri”
  3. Kerusakan relasi dengan orang lain; perasaan-perasaan ditinggalkan dan keinginan melarikan diri
  4. Kemarahan yang mudah meledak dan pengendalian diri
  5. Skeptis dan melihat dirinya tidak berguna
  6. Tidak ada kemauan untuk berjuang dan memilih untuk sekedar bertahan dan sering terjebak dalam rutinitas hidup.
  7. Tidak bisa berkonsentrasi dengan baik

Mengapa perlu berpikir positif pada mengalami kebosanan

Pikiran yang positif akan mempercepat proses keluar dari kebosanan. Pengkotbah berkata: Pengkotbah 3:1 dan 10-11  1Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. ….. 10Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.  11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki waktu dan masa sendiri-sendiri. Jadi seseorang tidak akan tinggal tetap. Apabila ia mengalami masalah maka masalah itu tidak akan tinggal tetap. Orang yang mengalami kebosanan merasa bahwa situasi dan kondisi tidak akan berubah. Misalnya: orang yang merasa bosan dengan kondisi hidupnya yang merasa akan selamanya menderita, semua ada waktunya tetapi kadang kita tidak dapat menyelami yang dikerjakan Allah.

Jadi perlu dicari yang menyebabkan kebosanan secara spesifik, apakah berasal dari perilaku rutinitas, keinginan yang tidak tercapai, tekanan beban yang berat, atau banyaknya persoalan yang sedang dihadapi. Sebuah tantangan apabila seseorang yang mengalami kebosanan mengalami kesulitan mengendalikan perasaan dan pikiran.

Berpikir positif akan menjadi cara yang ampuh untuk membebaskan rasa bosan seseorang.

Yang Menghalangi berpikir positif saat mengalami kebosanan

  1. Kepahitan, Ayub 10:1 “Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku. Ada orang-orang yang mengalami kebosanan karena ada kepahitan didalam hidupnya.
  2. Penghakiman – kepada Tuhan, orang lain dan diri sendiri

Firman Tuhan Berpikir positif ditengah kebosanan

  1. Amsal 3:11  Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
  2. Ayub 10:1  “Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.

Langkah-langkah Berpikir positif ditengah kebosanan

  1. Membuka hati dan pikiran  untuk merenungkan Firman Tuhan. Philippians 2:5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
  2. Bertobat dari pikiran yang sia-sia ke pikiran yang positif. 2 Korintus 10:5  Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.
  3. Belajar melihat hal positif dari situasi sulit tersebut dan melepaskan hal-hal yang negatif. “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Ef 4:31). Berpikir positif membuat seseorang menerima rutinitas sekalipun.
  4. Mempersilahkan Tuhan bekerja untuk melewati situasi sulit tersebut dan bertanya kepada Tuhan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Berpikir positif #1. Berpikir positif ditengah situasi sulit

Filipi 4:8  8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Pascal berkata: Pikiran positif datang dari kepercayaan, pikiran negatif datang dari keragu-raguan. Berpikir positif merupakan suatu sikap yang melibatkan pikiran, kata-kata, atau gambaran yang konstruktif bagi perkembangan pikiran kita. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda.

Pikiran Positif Daud: Mazmur 94:19  Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. Pikiran Negatif menghadirkan ketakutan, kecemasan, kegelisahan dan kadang putus asa.

Pikiran Negatif Daud: 1 Samuel 27:1 Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.”

Apapun yang kita pikirkan dan kita harapkan pada saat mengalami situasi sulit, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan. Seseorang yang mengembangkan sikap berpikir positif dapat mengontrol hidup dengan baik.

Apakah itu Situasi Sulit?

Situasi sulit adalah suatu situasi yang membuat hidup seseorang merasa sulit. Misalnya : sakit berbahaya ; kecelakaan, PHK dari pekerjaan; ancaman, bencana dan lain-lain. Situasi sulit dapat menyerang secara emosi, fisik dan spiritual. Situasi sulit setiap orang berbeda-beda, hal ini karena setiap orang dalam memandang suatu masalah atau peristiwa dipengaruhi oleh proses pertumbuhan, pengalaman masa lalu, kehidupan keluarga dan lain-lain. Yakobus pernah mengalami situasi yang sulit. Yakobus 1:2-5   2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.  4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 

Mengapa perlu berpikir positif pada situasi sulit

Sering kali ketika seseorang tidak bisa berpikir positif maka yang muncul adalah pikiran negatif. Pengkotbah berkata: segala sesuatu di muka bumi ini ada masanya. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pengkotbah 3:1), termasuk “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari.” (ay 4) Pada saat kita dihadapkan pada waktu untuk menangis dan meratap, itu bukanlah saat Tuhan sedang bertindak kejam dan tertawa menyiksa kita. Disaat seperti itu kita bisa belajar banyak tentang kehidupan. Ada banyak manfaat yang akan sangat berguna bagi kita kelak yang akan sangat sia-sia apabila kita lewatkan hanya dengan keluh kesah, mengasihani diri berlebihan atau berputus asa. “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu.” (Yesaya 43:2-3a)

Hal-Hal Yang Menghalangi berpikir positif pada situasi sulit

  • Kepahitan
  •  Penghakiman – kepada Tuhan, orang lain dan diri sendiri

Firman Tuhan Tentang Berpikir positif dalam situasi sulit

  • Filipi 4:8  8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
  • Kolose 3:2  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Langkah-langkah Berpikir positif ditengah situasi sulit

  1. Memandang situasi sulit sebagai sebuah tantangan, dan yakinlah Tuhan menolong Immanuel: Allah beserta kita dengan besar hati  penuh keyakinan berdoa dan berusaha,  pasti ada jalan keluar. Jika kita melihat situasi sulit dalam hidup ini sebagai cobaan yang terlalu berat,  maka  akan terasa bahwa  kita paling sengsara sedunia. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Kor 10:13)
  2. Membuka hati dan pikiran  untuk merenungkan Firman Tuhan. “ Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” (Ams 14:27). “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” (Gal 6:6 )
  3. Belajar melihat hal positif dari situasi sulit tersebut dan melepaskan hal-hal yang negatif. “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Ef 4:31). Berpikir positif membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati.
  4. Mempersilahkan Tuhan bekerja untuk melewati situasi sulit tersebut dan bertanya kepada Tuhan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Kebahagiaan #2. Mengembangkan kebahagiaan dalam keluarga

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!”  (Mazmur 128:1-3)

Keluarga yang berbahagia adalah sebuah kebahagiaan yang semua anggota keluarganya menikmati sukacita, damai sejahtera, rasa aman, saling menyenangkan satu dengan yang lain.  Firman Tuhan menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga tidak ditentukan oleh nilai-nilai materi misalnya harta, jabatan, popularitas, gelar akademis. Banyak keluarga mengejar hal itu karena berpikir bahwa materi dapat membuat kebahagiaan keluarga. Materi memang menunjang tetapi tidak menentukan, bahkan seringkali jika kita tidak bisa menangani, materi malah akan merusak. Jadi yang terpenting dalam rumah tangga adalah kasih dan damai sejahtera (Ams.15:17; 17:1). Kebahagiaan keluarga dirasakan oleh semua anggota keluarga.

Ada beberapa point dari Mazmur 128:1-3, yaitu :

  •  Keluarga yang takut akan Tuhan, dimana setiap anggota keluarga melandaskannya dengan setiap firman Tuhan dalam kehidupannya.
  •  Keluarga yang menikmati setiap hasil kerjanya baik itu hasil pekerjaan, hasil sawah dan ladangnya maupun berkati-berkat yang diberikan Tuhan.
  • Keluarga yang menikmati kelimpahan. “Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu”
  • Keluaga yang memiliki anak-anak seperti tunas pohon zaitun. “anak-anakmu seperti tunas pohon zatun sekeliling mejamu!”. Pohon zaitun adalah pohon yang kuat dan kokoh dalam iman karena telah melihat teladan yang baik dari kedua orangtuanya dalam melakukan firman Tuhan.

Dampak positif dari Keluarga Berbahagia?

Kebahagiaan itu menular, ketika seorang ayah sedang bahagia ia akan memberikan kehangatan, keramahan dan kebahagiaan seisi rumahnya. Ketika seorang ibu sedih, ia sedang menularkan kedukaan seisi rumahnya. Untuk itu ada beberapa dampak yang positif yang didapatkan dalam keluarga bahagian.

  • Keluarga yang memandang positif diantara anggota keluarga, saling menguatkan ketika masing-masing memiliki kelemahan.
  • Kebahagiaan akan memancar dalam hubungan sosial dengan masyarakat sekitar
  • Dalam suatu keluarga akan dapat menjadi terang bagi orang-orang di sekeliling kita. Adakah kita, sebagai ayah atau ibu bagi anak-anak kita, memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak kita?
  • Kebahagiaan akan memperkecil pertengkaran
  • Kebahagiaan akan mengikis emosi negatif (kemarahan, ketakutan)
  • Kebahagiaan akan membuat anggota keluarga bersemangat untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Kebahagiaan menghasilkan banyak ide
  • Kebahagiaan mengusir jauh-jauh keluhan seseorang
  • Kebahagiaan adalah menular; Mazmur  25:13  Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Hal-Hal Yang Menghalangi Keluarga Untuk Berbahagia

Keluarga disfungsi adalah keluarga yang paling sering tidak dapat merasakan kebahagiaan. Dimana fungsi-fungsi itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sikap-sikap yang membuat kebahagiaan hilang adalah :

  • Kemarahan
  • Kecemasan/kegelisahan
  • Kekwatiran
  • Stress, depresi
  • Putus asa

Seringkali keluarga disfungsi akan menurunkan keluarga disfungsi.

Apa yang sering kali membuat disfungsi :

  • Komunikasi; banyak keluarga yang tidak dapat memfungsikan komunikasi secara benar, banyak unsur komunikasi mengandung kemarahan, manipulasi dan kendali.
  • Peran, ada anggota keluarga yang tidak dapat melakukan peran yang semestinya, ayah yang mencukupkan kebutuhan, ibu yang menjadi managerial rumah tangga.
  • Pengalaman dan luka-luka

Adanya kejadian/pengalaman traumatis yang melukai diantara anggota keluarga, misalnya suami-istri, anak-orangtua.

Firman Tuhan Tentang Keluarga Bahagia

  • Proverbs 3:17-18  Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.  18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
  • Proverbs 8:34-35  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.  35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
  • Proverbs 28:14  Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

Membangun Kebahagiaan dalam Keluarga

Kebahagiaan keluarga berarti terciptanya sebuah hubungan yang sehat dan harmonis, dimana terjalin sebuah kebersamaan, tanggungjawab dan saling membutuhkan dan menghormati antara anggota keluarga, sehingga suasana yang nyaman dan damai mewarnai kehidupan sehari-hari dari keluarga tersebut.

Perlu menyelesaikan apabila ada hal-hal yang menghambat untuk mencapai kebahagiaan itu.

  • Memperbaiki komunikasi yang telah rusak dimana cenderung saling menyakiti
  • Membuka kembali mesbah keluarga yang mungkin sudah lama tidak terjadi

 

Kebahagiaan #1. Kebahagiaan di awal tahun

Kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif yang menggairahkan dan memberi semangat yang dapat dirasakan setiap orang. Lukas 11:28  Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Kebahagian ini berarti :

  •  Tinggal tenang
  • Pasrah dan berserah
  • Melihat kedepan dengan rasa cukup, puas dan dalam perlindungan
  •  Dapat mempercayai Tuhan
  • Ada ketaatan yang mengalir

Kebahagiaan diperoleh dari bagaimana kita menyikapi hidup yang kita terima setiap waktu mulai bangun pagi hingga kembali beristirahat tidur untuk kemudian kembali menyongsong pagi. Selalu mensyukuri apa yang diberikan Tuhan hari ini, dan bukannya selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki.

Mengapa Perlu Berbahagia?

Yesaya  3:10  Katakanlah berbahagia orang benar! Sebab mereka akan memakan hasil pekerjaannya.

  • Kebahagian membuat orang bersemangat
  • Kebahagiaan menjadikan orang bersyukur
  • Kebahagiaan menghasilkan banyak ide
  • Kebahagiaan mengusir jauh-jauh keluhan seseorang
  • Kebahagiaan adalah pilihan
  • Kebahagiaan adalah menular; Mazmur  25:13  Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Hal-Hal Yang Menghalangi Orang Untuk Berbahagia

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan setiap orang. Dan sering kali bagi sebagian orang kebahagiaan itu sendiri adalah hal yang subjektif. Ada orang yang merasa bahagia ketika mereka punya uang banyak, punya jabatan tinggi, punya banyak teman, punya anak, punya istri, suami, dan sebagainya. Kebahagiaan juga tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi di sekitar kita. Misalnya ada orang yang sering kali berkata jika anda tetap tinggal di tempat anda akan menderita lalu orang mulai mencari kebahagiaan dengan pergi ketempat lain, merantau, menjadi TKI/TKW. Hal yang paling menghalangi seseorang untuk bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya. Penghalang itu adalah :

  • Sikap seseorang yang mendasarkan sumber kebahagiaan (kebendaan)
  • Sikap seseorang yang menjadikan orang lain bahagia
  • Sikap seseorang yang mendasarkan atas situasi yang membuat bahagia

Frans Minirth menunjukkan beberapa sikap hati yang menghalangi kebahagiaan adalah :

  • Kemarahan
  • Kecemasan/kegelisahan
  • Kekwatiran
  • Stress, depresi
  • Putus asa

Dari pengalaman pelayanan kami kebahagiaan ada dalam kebutuhan manusia dimana kebutuhan itu dipengaruhi oleh :

  •  Diturunkan oleh orang tua Ada orang tua yang dalam hidupnya jarang mengekpresikan kebahagiaan kepada anggota keluarga yang lain. Mereka selalu mengutamakan kebutuhan-kebutuhan fisik sehingga sibuk bekerja supaya kecukupan dalam hal fisik dan seringkali mengabaikan kebutuhan batin.
  •  Pengalaman dan luka-luka Munculnya luka-luka seperti yang disampaikan Frans Minirth menunjukkan adanya banyak kejadian/pengalaman yang melukai seseorang dan tidak terselesaikan dengan benar.

Firman Tuhan Tentang Bahagia

-          Proverbs 3:17-18  Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.  18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

-          Proverbs 8:34-35  Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.  35Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.

-          Proverbs 28:14  Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.

Membangun Kebahagiaan Diawal Tahun

James 1:25  Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Maka kita perlu belajar dari nasehat Tuhan di Matius 5:3-11 supaya kita menikmati kebahagiaan yang dari Tuhan dalam hidup kita. (Baca Matthew 5:3-11)

Langkah-Langkah Praktis Menikmati Kebahagiaan

  1. Akui dihadapan Tuhan perasaan yang menghalangi untuk menikmati kebahagiaan.
  2. Bertanya kepada Tuhan :
  • Kalau ada luka, apa yang menyebabkan?
  • Kalau ada orang yang perlu diampuni, ya ampunilah.
  • Kalau ada sikap yang salah atau berdosa, bertobat

3.  Memilih untuk berbahagia

  Kesimpulan: Berbahagialah diawal tahun ini karena ini tahun rahmat Tuhan yang akan terus menyertai langkah kehidupan kita dan memberkati kita, tersenyum di awal tahun dan dalam perjalanan waktu-waktu yang akan datang.

“Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tapi tak ada kebahagiaan tanpa tindakan.” ~ Benjamin Disraeli ~

Mengembangkan rasa hormat kepada orang tua

 

Akhir-akhir ini banyak sekali berita tentang pemberontakan anak kepada orang tua. Seorang anak tegak membacok orang tuanya. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun, marah kepada orang tuanya, karena orang tuanya menegurnya pulang malam. Ada banyak anak yang tidak bisa menghormati orang tuanya yang telah berjerih lelah membesarkannya, dan mengalami kesulitan untuk memiliki hubungan yang sehat dengan mereka.

Mengapa kita perlu Menghormati Orang Tua

Mengormati dapat berarti: menghargai, sopan, patuh atau suatu perbuatan yg menandakan ketundukan. Menaruh rasa hormat kepada orang tua adalah suatu sikap yang patut dilakukan kepada setiap orang. Menghormati orang tua bukanlah pilihan, tetapi merupakan salah satu dari 10 hukum Tuhan Exodus 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Itu artinya menghormati orang tua sebagai sebuah kewajiban/keharusan seorang anak, dan apabila itu tidak dilakukan maka anak tersebut berdosa dihadapan Tuhan. Orang tua bertindak sebagai wakil Tuhan untuk anak-anaknya dalam hal mengasihi, memelihara, mengasuh dan juga memperhatikan. Itulah sebabnya Firman Tuhan memerintahkan agar anak-anak memiliki rasa hormat dan takut kepada orangtuanya seperti umat takut kepada Tuhan. Munculnya anak durhaka karena ada anak yang tidak menghormati dan menghargai orang tuanya. Betapa sedihnya orang tua yang memiliki anak tidak mau menghormati orang tuanya.

BERSYUKUR #4 Bersyukur pada saat berkelimpahan

Pada saat mengalami kelimpahan betapa orang mudah untuk bersyukur. Tetapi dalam kelimpahan pun belum tentu orang dapat mengucap syukur. Pengkhotbah 5:10 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Orang seperti inilah yang pada umumnya tidak akan pernah merasa puas dan dapat bersyukur, walaupun mereka dalam kelimpahan. Kelimpahan menurut ukuran orang berbeda-beda. Ada orang bersyukur ketika merasa sudah berlimpah kebutuhan dasar (sandang, papan, pangan). Ada orang walaupun sudah cukup dengan kebutuhan dasar tetapi belum merasa berlimpah dan sulit mengucap syukur.

CEMBURU #3 Mengatasi rasa cemburu kakak beradik

Cemburu dalam hubungan keluarga dapat muncul karena adanya perasaan bahwa ia tidak cukup baik keadaannya daripada saudaranya, tidak cukup dikasihi oleh orang lain dalam hal ini orang tuannya atau keluarga besarnya, atau merasa tidak yakin diterima atau disayangi oleh mereka. Rasa cemburu yang tidak terselesaikan pada waktu kecil akan berdampak sampai dewasa. Dampak dari rasa cemburu ini tidak hanya tertuju kepada kakak atau adiknya tetapi juga kelak ketika dewasa dapat meluas kepada keluarga besar dan masyarakat.

Cemburu adalah perasaan negatif ketika kita menghadapi kemungkinan kehilangan sesuatu yang kita rasa adalah milik kita karena diambil oleh orang lain. Perasaan ini biasanya melibatkan 3 orang yakni anda, orang yang kita inginkan dan seorang lagi yang berpeluang untuk menggagalkan niatan anda. Cemburu membuat seseorang menaruh curiga dan prasangka buruk, bukan hanya kepada orang yang dicemburui tetapi juga ada pihak lain yang berperan disitu. Cemburu menjadi suatu emosi yang sangat merusak dalam kehidupan seseorang. Cemburu adalah tipe dosa yang tercatat di Yesaya
14:14
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Cemburu tidak saja merusak relasi tetapi juga menghancurkan persaudaraan dalam keluarga.

Cemburu dapat terjadi juga karena perasaan iri terhadap keadaan dan kemampuan saudaranya. Adik dapat cemburu kepada kakak karena kakaknya merasa lebih berbakat, lebih baik keadaan, lebih tampan bagi pria/lebih cantik bagi wanita begitu juga sebaliknya. Cemburu menimbulkan perasaan tidak senang atau perasaaan benci dan memusuhi.

CEMBURU #2 Mengatasi rasa cemburu suami


Ada seorang suami yang melukai istrinya karena cemburu, ada suami yang menelantarkan keluarga dan bertengkar dengan istrinya karena cemburu, ada istri dilarang bekerja atau pelayanan karena suami cemburu. Sering kali dengan alasan cemburu menjadi suatu cara seorang suami untuk memproteksi istrinya. Bayangkan, jika akibat kecemburuan itu istri tidak boleh melakukan ini dan itu. Jika ada ayam mati di lumbung padi, bisa-bisa istri pun mati di lumbung cintanya suami. Kenapa ada suami menjadi cemburu?

RASA MALU #2. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Diri Sendiri

Ada orang yang merasa sangat malu banget (sampai merasa menjadi aib) karena hal-hal sepele, padahal kadang-kadang apa yang dianggap memalukan dirinya tersebut belum tentu dirasa mempermalukan dihadapan orang lain (misal: berhutang, kecacatan fisik, kelemahan/kegagalan prestasi). Dan hal itu bertambah dalam ketika apa yang terjadi tersebut pernah ia alami dalam keluarganya. Sehingga hal ini menambah rasa malu dan berjuang untuk menutupi. Dan sering kali apa yang dilakukan itu sia-sia.

RASA MALU #1. Bebas dari Rasa Malu (Aib) Dalam keluarga

Rasa malu adalah suatu perasaan yang berasal dari emosi negative dalam diri seseorang. Rasa malu muncul pertama kali ketika manusia jatuh dalam dosa. Bandingkan rasa malu manusia pertama di Kej 2:25 dg Kej. 3:7-8, disitulah terletak bahwa manusia memiliki rasa malu karena keadaannya. Genesis 2:25 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Genesis 3:7-8
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Rasa malu disini dimulai dari cara memandang sesuatu dan membandingkan dengan keadaan sekitar atau situasi sebelumnya.