Category Archives: Renungan

Renungan

Mazmur 33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, 19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. 20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! 21 Ya, karena Dia hati kita bersukacita,sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. 22 Kasih setia-Mu,ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

2 Korintus 3: 18 Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar 

Tentang Kasih Karunia

20160226192037-succeed-adventure-sunrise-successful-man-top-mountain

Pengalaman hidup kasih karunia secara natural tidak sepenuhnya terjadi sempurna, sebab orang-orang terdekat kita bukanlah orang yang sempurna, lalu apa dampaknya ?dalam ketidaksempurnaan mereka dapat membagikan nilai-nilai yang tidak sejalan dengan kasih karunia Allah yang dapat mengakibatkan; Rusaknya cara pandang terhadap Allah, Rusak cara pandang terhadap diri sendiri, dan Rusak cara pandang terhadap orang lain, sedangkan didalam Efesus 2:4-6 dan Efesus 1:4-13 terungkap ; bagaimana cara Allah melimpahkan kasih karunia-Nya dengan cara 3 M; Menghidupkan – Membangkitkan – dan Memberi tempat. 

Salam Pemulihan

 

Titus 3: 1-6  1.Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2. Janganlah mereka memfitnah,janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3. Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6. yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,

Sekiranya kita mampu memahami konsep kasih karunia sebagai bentuk dari kasih Allah agar memiliki kemampuan menerima diri sendiri dan orang lain, serta mampu menjalani kehidupan berdasarkan kasih karunia.

Salam pemulihan

Allah mengetahui kebutuhan kita walau tak terucapkan, Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!

Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Ps. 46:8-10 ITB)

Mengatasi kekecewaan karena ketidakpuasan

Bagaimana ketidakpuasan mempengaruhi dalam kehidupan?

Ketika seseorang mengalami kekecewaan terhadap ketidakpuasaan hidup akan mempengaruhi hubungannya dengan Allah. Bergumul untuk mempercayai bahwa Allah baik setiap saat. Bergumul apakah Tuhan memberi yang terbaik dan punya rencana yang baik dalam kehidupan. Ada kemarahan-kemarahan karena permohonan doanya belum menjadi kenyataan.

Hubungan dengan oranglainpun akan mengalami hambatan. Ada sederetan tuntutan kepada orang lain kadang-kadang juga tidak realistis. Jika mereka tidak melakukan seperti yang kita pandang benar, kita menjadi kecewa, marah dan tidak puas. Kerap kali hal itu memicu konflik dengan orang lain dan mengasihi mereka dengan kasih yang tulus dan tanpa syarat.

Ketidakpuasan terhadap hidup ini juga akan mempengaruhi kita. Ada perasaan-perasaan negative yang bergejolak dan menekan. Kesulitan untuk menerima dan mengasihi diri sendiri apa adanya. Ada kekecewaan dengan diri sendiri, mungkin karena penampilan fisik, prestasi ataupun karena peristiwa-peristiwa masa lalu. Sehingga membuat kita menetapkan standart-standart yang tidak realistis terhadap diri sendiri. Membuat kita menjadi semakin perfeksionis dan idealis. Berusaha keras untuk hidup sesuai dengan standar-standart tersebut. Jika gagal mencapainya, tidak sedikit orang yang menjadi frustasi dan depresi.

Kebenaran tentang Ketidakpuasan

Ucapan ilahi dalam penglihatan nabi Habakuk. Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi.(Habakuk 1:1-3)

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku (Habakkuk 2:1)

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku,  ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi) (Habakkuk 3:17-19)

Prinsip Alkitab

Pemuasan/Propisiasi berarti bahwa kematian Kristus sebagai korban yang sempurna dan tanpa dosa itu secara penuh memuaskan semua tuntutan kebenaran Allah terhadap orang berdosa. Karena Allah adalah kudus dan benar, maka Ia tidak dapat mengabaikan dosa; melalui karya Yesus Kristus, Allah telah dipuaskan secara penuh dan standar kebenaranNya telah terpenuhi.  Melalui persekutuan dengan Kristus orang percaya sekarang dapat diterima dan dilepaskan dari murka Allah.

Prinsip-prinsip penting tentang pemulihan ketidakpuasan

  • setiap orang perlu merasakan sungguh-sungguh kasih karunia Allah, yang telah menerima apa adanya. Kasih karunia adalah kasih yang tidak bersyarat dan melimpah untuk orang percaya.
  • Kebenaran tentang kepuasan Allah karena pengorbanan Kristus akan memerdekakan kita dari perasaan bersalah karena kegagalan. Motivasi-motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu akan berubah. Harapan dan tujuan dalam kehidupan ini pun akan berubah.
  • Kepuasan ini akan terlihat dalam hubungannya dengan orang lain, diri sendiri dan Tuhan. Orang percaya yang telah merasakan kasih Allah akan memiliki kerinduan untuk menjadi saluran kasih karunia bagi orang lain.

KEJUJURAN UNSUR PENTING DARI PEMULIHAN

Nats : Kisah Para Rasul 5:1-11 <–Klik disini untuk membaca ayat.

Pendahuluan

Apa yang terjadi dengan Ananias dan Safira adalah hal yang mungkin masih terjadi dengan orang percaya namun kemungkinan dengan cara yang berbeda seperti Nazar, janji dan lain-lain. Namun jika kita pernah berjanji kepada Tuhan baik itu mengenai materi dan penyerahan hidup dan tidak ditepati berarti kita sedang tidak jujur kepada Tuhan atau orang lain. Lalu apakah kita mati? Secara fisik mungkin tidak namun secara rohani pasti berpengaruh yang sering disebut orang mati rohani atau hubungan terganggu dan sebagainya. Dan sering ketidak jujuran ini berawal dari luka yang belum pernah dibereskan.

Proses Mengampuni

21: Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”  22: Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.    Matius 18 :21-22

Satu kali Petrus bertanya berapa kalikah kita harus mengampuni, supaya dianggap mengampuni, jawaban Tuhan sebetulnya bukan masalah hitungan tetapi masalah hati, juga bukan masalah cara tetapi masalah sikap. Mari kita perhatikan ayat berikut Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Mengampuni itu Indah

33: Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
34: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.       Lukas 23:33-34

Pengampunan indah ini adalah satu tema yang seringkali sangat kontroversial dalam kehidupan orang percaya mengapa? Karena sering sekali dirasakan bahwa pengampunan itu berat dan sangat susah. contoh:  jika seorang yang diperkosa lalu disuruh mengampuni dan dikatakan bahwa pengampunan itu indah maka pasti ini perjuangan yang besar dan panjang. Namun itulah adanya Firman, Tuhan Yesus lakukan dalam keadaan yang sangat sulit melakukannya, ketika diatas kayu salib Dia mengatakan Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang dia lakukan.

Mengapa dikatakan mengampuni itu indah? Pertama  karena hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang kuat dalam Tuhan. Kedua hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang berniat baik, ketiga dilakukan oleh orang-orang pilihan, keempat taat kepada perintah Tuhan kelima, meneladani Tuhan Yesus, indah bukan?