Category Archives: Kesaksian

Kesaksian (Dina) Peserta “Healing Workshop” Gloria

Dalam Sesi Ketrampilan doa Tuhan menyentuh hati saya, dan menyadarkan untuk kehidupan saya yang begitu jauh dari Tuhan. Menambah keterampilan saya untuk berdoa dan benar – benar merasakan sentuhan Tuhan, mengalami ikatan batin yang kuat dengan Tuhan. Saya mengalami Tuhan dan merasakan Tuhan hadir dalam diri dan hidup saya. Saya menjadi rindu diubahkan dan menerima Kristus sepenuhnya.

Berkat melalui Healing Community

Healing Community Solo diadakan di gedung gereja GEKARI Pancaran Kasih. saat itu membahas tentang “Mengatasi Kekecewaan Karena Ketidakpuasan” dilanjutkan dengan para peserta masuk ke dalam doa berdua. mereka berdoa dengan bergantian, Ibu Anda memberi  kesaksiannya setelah doa berdua itu dengan menceritakan seperti ini, “Manakala memohon Tuhan untuk menunjukkan ketidakpuasan apa yang sedang dirasakan, Tuhan membawa saya kepada kemarahan dan perasaan iri hati.  Iri hati itu muncul ketika saat lebaran waktu lalu kami pulang dan berkumpul dengan keluarga, juga hadir saat itu adik tiri saya, yang juga telah menjadi percaya kepada Tuhan Yesus .  Pada suatu saat Bapak memberitahu saya bahwa ia telah menyiapkan untuk adik suatu usaha.  Saat itu perasaan marah, kecewa muncul. Saya menahan diri dan seketika lari kebelakang dan berteriak kepada Tuhan, ‘mengapa bapak lakukan ini, bukankah ada juga kakak yang tinggal dekat dengan Bapak namun tidak diberi apa-apa, dan mengapa dia, adik tiri itu yang sudah cukup mapan yang diberi, juga bukan saya.”  Ketika di dalam doa didoakan untuk meminta kebenaran Tuhan tentang ketidakpuasan saya, Tuhan menunjukkan banyak berkat dan mujizatnya bagi saya dan keluarga dan seperti Tuhan berkata, ‘seharusnya mereka yang iri pada kamu karena berkat-berkat itu, tetapi mengapa kamu menjadi iri dan kecewa.’  Saat Tuhan menunjukkan kebenaran itu saya bersujud dan memohon ampun kepada Tuhan.

Peserta lain yang member kesaksian setelah Heal Com saat itu adalah Sdri. Mita Sembiring.  Ia menyatakan ketidak puasannya ialah karena sampai saat ini ia belum mendapatkan pasangan hidupnya.  Namun ia diingatkan satu kebenaran yang menguatkannya adalah bahwa Tuhan memberi dan menyiapkan yang terbaik. “Ia punya rencana”, katanya dengan mantap.

Allah yang Mendengar

Jumat minggu lalu dalam acara Healing Comunnity kami membahas tentang ” keluar dari Zona Nyaman” mengatasi reaksi menarik diri, saya berdoa bersama dengan 2 orang ibu, salah satu dari mereka sangat bergumul berhubungan dengan anak dan cucunya. karena sesuatu hal beliau menarik diri dari anaknya. Tuhan berbicara dengan jelas pada waktu berdoa dan kemuadian beliau membuka diri kepada Tuhan, secara spesifik satu demi satu di akui dan diserahkan kepada Tuhan. salah satu doa yang di selipkan adalah mengenai kerinduannya kepada cucunya. air mata menetes di hadapan Tuhan dengan penuh pengharapan mendapatkan jawaban atas doa-doanya. sesudah itu acara selesai dan kami berpisah. waktu sampai dirumah HP saya berbunyi terlihat sms masuk. saya sangat kaget dan terharu itu adalah sms dari si ibu tadi, dia bercerita Tuhan Yesus Sungguh Luar biasa!! dalam perjalanan pulang dari pertemuan tadi beliau bertemu dengan cucu yang di rindukan dan saat itu dia bawa cucunya ke rumah dan bermain bersama dengannya. sukacitanya meluap. beliau berkata Allah kita adalah Allah yang mau mendengar dan menjawab doa. so’ kapanpun dan dimanapun mari berdialog dengan Tuhan dan dapatkan kejutan-kejutan yang indah dariNya.

Testimoni Peserta SOH Pelatihan Dasar Jogja 22-26 Maret 2010

Ibu Rubiah :

Ada banyak pertanyaan dalam diri saya, “kenapa saya begini, mengapa saya begitu?”  Di kota tempat saya berasal saya mencoba untuk mencari dan mendatangi lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang pemulihan, namun tidak mendapatkan jawaban.  Saya sangat percaya seperti disampaikan para pengajar bahwa ada waktu dan cara Tuhan, dan keyakinan saya SOH inilah cara dan waktu Tuhan bagi saya.

Kerinduan untuk mengalami pemulihan muncul sejak ada SOH pertama di Purwokerto, namun saya hanya menunggu hingga hari ini, sesudah beberapa tahun harus menunggu.  Seperti seorang yang sakit yang datang ke dokter, semua diperiksa dan bagian-bagian yang sakit mulai diobati satu per satu. Tanda Tanya-tanda Tanya yang saya miliki sudah mulai terjawab di sini dan saya sangat bersyukur.

Kesaksian: Cerita setelah mendapatkan pelayanan pemulihan

Saya Lina peserta SOH Reguler angkatan X. Saya rindu berbagi cerita tentang kejaiban kasih Tuhan yang saya peroleh sepulang dari SOH. Saya adalah “si anak hilang yang baru kembali” setelah 17 tahun menghilang meninggalkan gereja. Meskipun saya bukan berasal dari keluarga Kristen, namun saya sudah mengenal Tuhan sejak kanak-kanak. Saya dibaptis waktu masih duduk di bangku SMP. Setelah itu saya aktif mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan di gereja.

Akan tetapi, sejak saya menikah, sepertinya semua semangat saya menurun drastis. Saya agak “lupa” ke gereja. Setiap kali ke gereja, saya merasa tidak mendapat apa-apa dan khotbah yang saya dengarkan berlalu begitu saja. Hal itu membuat saya jenuh dan malas ke gereja. Sampai akhirnya suatu hari Tuhan menegur saya dengan keras dan itu menyadarkan saya untuk kembali datang ke rumah Tuhan, berdoa dan berbicara dengan Dia.

Yesus Mengasihi Anak Kecil

Siang itu kami bercerita asyik sekali tentang pengalaman salah seorang alumni School Healing yang sedang mempraktekan pelayanan pemulihan dengan seorang anak berusia 9 th.

Orang tersebut dan ibu dari anak ini berteman baik.  Beliau bercerita kalau beberapa hari anaknya tidak bisa tidur, sering mengigau dan merasa ketakutan ditinggalkan ibunya. Kebetulan si ibu sendiri pernah mengikuti SOH juga. jadi mereka berdua mencoba mempraktekan pelayanan kepada anak ini. Awalnya mereka curiga kalau ada sesuatu pada masa kandungan kemudian pelayanan back to the womb di lakukan. Proses demi proses dilakukan dan samapai selesai tidak menemukan sesuatu yang mengarah pada trauma tersebut.

Tiba-tiba si ibu teringat semasa setelah lahir anak tersebut sempat di pisahkan dalam waktu semalam. namun waktu pelayanan di lakukan, tidak ada reaksi apa-apa. kemudian mereka terus melanjutkan pelayanan dengan doa, mereka berdiam diri dan minta Tuhan menunjukan sesuatu. tidak jarak berapa lama si anak bercerita ” tadi waktu berdoa, aku liat aku sedang merangkak, waktu aku lari datang ke mamah, mamah malah jalan mundur, terus di belakang mamah ada garis dan suasananya waktu itu rame sekali”, si ibu tiba-tiba teringat waktu anak tersebut sedang belajar merangkak, ibu itu mengikut sertakan anak tersebut untuk mengikuti lomba bayi merangkak.
Setelah itu mereka langsung melayani trauma anak tersebut dan ajaib Tuhan Yesus menyembuhkan trauma tersebut. setelah beberapa hati anak itu sudah dapat tidur nyenyak dan tidak merasa takut di tinggalkan ibunya lagi.  Puji Tuhan… Tuhan Yesus memulihkan anak kecil juga.

Sumber : Ibu Linda (GBI Rumah Pujian).

Kesaksian: Aku dipulihkan, dan aku mau memulihkan…

Sejak aku, mami dan adikku ikut SOH, Puji Tuhan ternyata Ia membuka jalan setelah kami dipulihkan. Kami diubahkan dengan cara dan waktu Tuhan, sehingga selangkah demi selangkah, kami mendapat jawaban dari pergumulan kami masing-masing dan diberkati.Banyak hal yang bisa kukerjakan dengan pengalaman aku ikut SOH untuk menolong dan menjadi berkat buat teman-temanku yang sedang mengalami masalah di dalam keluarga, baik keluargaku sendiri, teman kantor, teman sepelayanan dan kelompok sharing.

Kalau aku dapat dipulihkan,aku rindu juga untuk memulihkan yang lain, maka dari itu aku memberikan diri untuk mengambil bagian dalam kepanitiaan SOH.  Ternyata setelah aku ikut rapat dengan Pak Heru-komandan tim Jakarta- beberapa waktu yang lalu, diinformasikan bahwa pelayanan SOH saat ini sangat berkembang. Perlunya sebuah keluarga untuk dipulihkan semakin dipahami oleh banyak orang adalah suatu hal yang penting. Aku bukan siapa-siapa, tetapi kalau memang ini visi dari Tuhan untuk aku kerjakan dalam mengembangkan karuniaNya, aku hanya mau taat saja. Biarlah Tuhan melihat kerinduanku untuk dapat memulihkan seluruh keluargaku.

Tina, Jakarta
School Of Healing Reguler Pelatihan Dasar

Harapan dalam Yesus

Sore ini kami sangat bersukacita ketika salah seorang fasilitator Duta Pembaharuan yang berada di Samarinda, Bapak Yafet, menelepon Bapak Paul  dan menceritakan tentang kemajuan salah seorang alumni SOH Samarinda.

Bapak Yafet menceritakan bahwa sebelum Amos-demikian nama pemuda ini- mengikuti School Of Healing, ia seperti seorang yang benar-benar ‘blank’, tidak punya semangat hidup dan kurang bisa berkomunikasi dengan baik. Setelah mengikuti rangkaian pengajaran dan pelayanan dalam SOH, ada kemajuan yang sangat besar. Saat ini dia sudah bisa berkomunikasi dengan baik, bisa menolong menjaga toko, dan memiliki harapan hidup.

Yesus Menuntun Hidupku

Satu bulan lalu tim DP Jogja menghadiri pernikahan salah satu Fasilitator di Solo. Siang itu acara cukup padat dan setelah beberapa saat kami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Di tempat resepsi tersebut saya sempat bertemu dengan alumni SOH yang sekarang ikut terlibat dan begitu antusias mengembangkan pelayanan pemulihan bersama Duta Pembaharuan. Beliau bernama Ibu Andayani dan suaminya Bapak Indro cahyono, pasangan ini di karuniai dua orang anak, mereka berasal dari kota Surabaya.

Hari itu kami di undang untuk mengunjungi rumahnya dan menikmati jamuan makan siang bersama.
Di sepanjang perjalan ke sebuah tempat makan, saya mendengarkan kesaksiannya hingga beliau dan keluarga ada di kota SOLO. ” awalnya saya bingung mbak, kenapa saya di bawa pada situasi seperti sekarang ini tetapi sejak selesai mengikuti SOH bahkan sampai hari-hari ini. saya semakin merasakan bahwa Tuhan benar-benar yang menuntun kehidupan saya dan keluarga”. Beliau berkata-kata dengan perasaan yang haru karena kebaikan Tuhan.

Hati Tuhan ada dihatiku

Hati saya tergetar ketika siang itu saya mengangkat gagang telepon. Suaranya kecil dan tidak begitu jelas hingga saya mengulang-ulang kata. Sayup-sayup terdengar oleh saya suara seorang nenek yang bertanya. “..Apakah ini Duta Pembaharuan?..saya mau ikut jadi pendoa bagaimana caranya?…saya sangat rindu untuk mendoakan pelayanan Duta Pembaharuan jadi saya mau di sms pokok-pokok doanya DP..” ternyata beliau adalah Alumni School Of Healing di kota Samarinda yang bernama Ibu Je Swie Giok. Beliau berumur ± 60 tahun..

Untuk pertama kalinya saya di telepone langsung oleh seorang nenek yang sangat antusias melayani. Beliau berada di tempat yang jauh dari Jogja, tidak juga mengenal email, bahkan nomor Hand Phone yang beliau berikan adalah milik cucunya, usianyapun tidak lagi muda…tetapi beliau tahu masih ada yang bisa dipersembahkan untuk Tuhan. Saya tidak menyangka hari ini beliau menghubungi saya lagi untuk mendapatkan pokok doa. Karena dua minggu kantor DP sedang ada libur dalam rangka Natal, jadi saya belum mengirim pokok doa. Oh…God..saya merasakan Hati Tuhan ada dalam hatinya, yang masih ada sekarang adalah waktu, tenaga, kesempatan dan yang paling penting adalah hatinya yang mengasihi dan mau melayani Tuhan. Saya percaya Tuhan Yesus sendiri yang memilih dan memberikan Kerinduan di dalam hatinya sehingga hadir dibagi kita semua cerita ini. Jadi saat ini ada satu lagi pendoa syafaat yaitu seorang nenek yang berdoa untuk pelayan Duta Pembaharuan.